Kadis PU Sikka, Ganti Rugi Pengambilan Material Waduk Urusan Kontraktor

238

MAUMERE — Kepala Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Sikka, Petrus Tommy Lameng menyebutkan, pengambilan material tanah dan pasir yang dilakukan di dusun Enakter desa Ilinmedo kecamatan Waiblama menjadi urusan pihak kontraktor, PT. Nindya Karya.

“Memang saat pertemuan dengan warga di kantor desa Ilinmedo, salah seorang pemilik lahan mempersoalkan hal ini. Pemerintah tidak tahu menahu soal ini sebab segala hal terkait pembangunan waduk Napun Gete jadi urusan kontraktor,” sebutnya di Maumere, Kamis (17/5/2018).

Dikatakan, pemerintah hanya membayarkan jumlah ganti rugi lahan warga berdasarkan perhitungan tim apraisal dan tidak ada alokasi dana untuk ganti rugi pengambilan material.

“Tidak ada dana untuk pembayaran material tersebut sebab kami juga bekerja berdasarkan aturan. Mana ada dana untuk bayar material yang diambil pihak kontraktor,” sebutnya.

Kadis PU Sikka
Kepala dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Sikka Petrus Tommy Lameng. Foto : Ebed de Rosary

Tommy sapaannya menyarankan agar warga yang mempersoalkan hal ini bisa berurusan dengan pengurus Forum Petani Waduk Napun Gete yang memfasilitasi pemilik lahan serta pihak kontraktor yang mengambil material tersebut yang katanya untuk pembangunan landasan helikopter.

Margareta Bunga, pemilik lahan di areal waduk Napun Gete mengatakan, dirinya meminta agar pihak kontraktor membayar ganti rugi sebesar 100 ribu rupiah per rit atau 300 ribu rupiah per truk untuk material di lahannya yang diambil sebanyak 3 ribu truk.

“Saya sudah minta pihak Nindya Karya dalam hal ini pak Agung dan ketua Forum Petani Napun Gete pak Yan Sani yang memfasilitasi warga untuk membayar biaya tersebut sebab material tersebut diambil di lahan milik saya,” tegasnya.

Dikatakan Margareta, setelah mengetahui adanya pengambilan material tersebut, dirinya yang sedang bekerja di Bangka Sumatera menelepon pihak kontraktor dan ketua forum Paulus Yan Sani agar segera menyelesaikan pembayaran harga material tersebut.

“Pihak kontraktor yang telepon saya untuk ambil lagi tapi saya katakan tidak boleh ambil sebab yang sudah diambil tidak juga dibayarkan,” katanya.

Dalam pertemuan bersama pemerintah tambah Margareta, dirinya juga meminta agar permasalahan ini segera diselesaikan namun saat hendak diurus di kecamatan ketua Forum Petani Napun Gete selalu tidak hadir dan permasalahan ini terkatung-katung hingga setahun lebih.

“Saya terus mendesak agar segera diselesaikan sebab itu tanah saya dan akan terus saya perjuangkan. Bila belum diselesaikan akan saya laporkan ke pihak berwenang agar bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...