Kampung Homestay Damandiri di Samiran, Tumbuh Pesat

Editor: Koko Triarko

800

SOLO — Pertumbuhan Kampung Homestay Damandiri di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, terus menunjukkan perkembangan positif.

Warga Desa Samiran yang semula hanya berpikir mengandalkan pertanian dan perternakan sebagai penyokong kebutuhan sehari-hari, kini mulai berkembang dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada di sekitar.

Hal demikian terlihat dari terus berkembangnya Kampung Homestay Damandiri di tahun ke dua ini, yang diiringi dengan bertambahnya minat warga untuk ikut andil dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi tersebut.

Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, saat mengunjungi Kampung Homestay Damandiri Desa Samiran. -Foto: Harun Alrosid

Kampung Homestay Damandiri di Desa Samiran yang semula hanya diikuti 10 warga, kini tumbuh pesat dengan adanya 13 warga lain yang turut menjadi anggota Koperasi Damandiri Sejahtera.

“Sebenarnya ada 15 warga yang rumahnya dibuat homestay, tapi yang dua kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga hanya dipugar saja,” kata Mawardi, Ketua Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera kepada Cendana News, Minggu (13/5/2018).

Peranan Yayasan Damandiri diakuinya sangat dirasakan warga Samiran. Tak hanya rumah warga yang disulap menjadi homestay, namun sejumlah warga yang tak memiliki rumah yang dapat dibuat homestay turut diperhatikan. Di antaranya dengan memugar kondisi rumah yang tak layak huni menjadi layak huni.

“Ada pula warga yang dibuatkan fasilitas mandi cuci kakus (MCK), sehingga keberadaan Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari benar-benar dirasakan warga Samiran,” papar dia.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Samiran, Marjuki, yang menilai sejak hadirnya Yayasan Damandiri di wilayahnya membawa perubahan yang signifikan. Terutama mengubah pola pikir masyarakat yang semula hanya bertani dan beternak, menjadi mulai melirik ke bidang jasa pariwisata.

Terlebih, Damandiri mampu memberikan solusi dari kebutuhan warga, sehingga masyarakat mampu merajut ekonominya sendiri secara mandiri.

“Banyak sekali yang sudah dirasakan masyarakat Samiran, khususnya Dusun Ngaglik maupun Jrakah, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup. Warga yang semula masuk kategori miskin, saat ini dengan adanya Damandiri, rumahnya yang dijadikan homestay jadi meningkat kesejahteraannya, karena adanya pemasukan,” ucapnya.

Terlebih lagi, katanya, dalam upaya menjadikan Samiran sebagai Desa Mandiri Lestari juga ditopang dengan perhatian di berbagai bidang lainnya. Misalnya, di dunia pendidikan, Damandiri juga membangun sejumlah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  di Samiran.

Tak hanya itu, di bidang pemberdayaan perempuan, Damandiri juga intens memberikan pelatihan untuk pengembangan usaha berbasis rumah tangga.

Kepala Desa Samiran, Marjuki. -Foto: Harun Alrosid

“Yang jelas, warga yang dulu masuk katergori prasejahtera, secara perlahan meningkat taraf hidupnya. Ini jelas menjadi catatan kami. Sehingga KK (Kartu Keluarga) miskin di Samiran ini terus berkurang. Rumahnya dibangun dijadikan homestay, ini menjadi kail bagi warga. Secara makro, efeknya luar biasa, karena masyarakat lain juga mulai berpikir untuk beralih ke wisata seperti Kampung Homestay Damandiri ini,” ungkapnya.

Marjuki juga mengaku, selama dua tahun ini upaya yang dijalankan Yayasan Damandiri hasilnya tidak seperti yang disangka sebelumnya. Jika pada awalnya pihak desa pesimis, namun dengan langkah cepat dan terukur, ternyata Yayasan Damandiri mampu menciptakan sesuatu yang berbeda, sehingga kesejahteraan masyarakat Desa Samiran tumbuh pesat.

“Tidak seperti yang kami bayangkan, karena kemarin-kemarin kami juga kerja sama dengan pihak ketiga. Namun, progres-nya tidak secepat Damandiri. Contohnya, taman ini baru beberapa hari disosialisasikan, tapi sekarang sudah pengerjaan. Ini mendidik masyarakat kami untuk bertindak cepat  dan berpikir cerdas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, di sela kunjungannya di Kampung Homestay Damandiri Desa Samiran, mengatakan, kehadiran Yayasan Damandiri di Desa Samiran tak lain untuk membantu masyarakatnya tumbuh secara mandiri. Yakni, menggerakkan roda ekonomi secara mandiri dengan mengoptimalkan potensi yang ada, baik potensi keindahan alam, keragaman hayati maupun bassic masyarakatnya akan kerja keras.

Sehingga, katanya, adanya Kampung Homestay hanya sebagai kail bagi warga untuk bisa menangkap potensi wisata yang ada di Samiran, khusunya di Selo, Boyolali.

Tujuan Yayasan Damandiri tak lain menciptakan kawasan tertentu agar ekonominya bergerak bersama-sama. “Kita ingin melihat kawasan tertentu bangkit bersama. Kalau kemarin hanya sepuluh, kita ingin buat satu dukuh atau kampung utuh menjadi kampung homestay. Nanti rencananya satu desa, tapi ini satu kampung dulu,” terangnya.

Di samping menciptakan Kampung Homestay, Yayasan Damandiri berencana membuat Desa Samiran menjadi kawasan wisata yang terintegrasi.

Sejumlah project telah disiapkan, baik pembuatan taman-taman bunga maupun objek wisata pendukungnya. Kawasan Gunung Merapi dan Merbabu yang sangat dekat dan langsung dapat disaksikan mata menjadi salah satu poin penting dalam mendukung terciptanya desa mandiri lestari.

“Ini sangat potensial. Kita ingin ubah menjadi desa wisata yang baru, menjadi ikon tersendiri, baik di Boyolali, Jawa Tengah, maupun nasional. Nanti kita ada hibah, ada pula pinjaman modal,” urainya.

Tumbuhnya homestay yang semula hanya 10 unit menjadi 23 unit, saat ini diakui menjadi tren postif bagi Yayasan Damandiri.

Pertumbuhan ini akan terus dikembangkan dan dipertahankan hingga bisa memacu warga lainnya di Desa Samiran untuk bisa bergerak menuu sejahtera bersama-sama.

“Bertambahnya homestay ini tren sangat positif. Ini sudah sesuai harapan Damandiri, tapi belum sepenuhnya. Damandiri berharap, ke depan Samiran tidak ada warga miskin. Semuanya bergerak maju bersama, bisa mandiri dan sejahtera,” tegas mantan Menteri Koperasi dan UMKM, itu.

Yayasan Damandiri memiliki target membidik Desa Samiran menjadi desa mandiri lestari. Dengan pertumbuhan positif, baik pengelolaan homestay maupun koperasi, serta didukung pertumbuhan ekonomi lainnya, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat cita-cita Damandiri akan terwujud.

“Selama ini, sayur hanya dijual dengan cara dilempar sehingga kerap rusak, dan harganya murah. Maka, kita bangun rumah kemas untuk mengemas buah dan sayur, agar lebih menarik dan keuntungannya lebih banyak. Kesejahteraan warga meningkat. Kita juga bantu permodalan. Target kita selama tiga tahun Desa Samiran sudah bisa mandiri,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...