‘Kapal Ramadan’ Mulai Berlayar ke Indonesia Timur

Editor: Koko Triarko

283
JAKARTA – Memasuki pertengahan Ramadan 1439 Hijriyah, Kapal Ramadan resmi lepas jangkar dari Pelabuhan Garongkang, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (30/5/2018). 
Kapal yang digerakkan oleh kepedulian putra-putri bangsa Indonesia ini berlayar menuju Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mengangkut ratusan ton bahan pangan yang dikemas dalam 10 ribu paket pangan Ramadan.
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin mengatakan, Kapal Ramadan lebih dari sekadar penggerak sosial dan ekonomi. Tapi, juga jembatan silaturahmi yang menghubungkan energi kebaikan. Di antara spot sasaran implementasi, ada daerah yang sampai sekarang belum dialiri listrik. Akses jalan dan sarana transportasi juga masih terbatas.
Vice Presiden Aksi Celat Tanggap (ACT), Insan Nurrohman. -Foto: Dok. ACT/ Sri Sugiarti
“Kapal Ramadan membuka hati untuk peduli, mengakselerasi ikhtiar pemerataan dan empati yang menautkan banyak hati. Semua dibukakan hati untuk bersatu dan menarik perhatian langit, agar semua disayang Allah SWT,” ungkap Ahyudin, dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Rabu (30/5/2018).
Dia mengatakan, jika wilayah pelosok-pelosok NTT menjadi fokus pendistribusian paket pangan yang diangkut oleh Kapal Ramadan. Hal ini mengingat cukup tingginya angka kemiskinan di provinsi tersebut.
Data statistik per September 2017, menyebutkan angka kemiskinan di NTT mencapai sekitar 22 persen dari total penduduk NTT, atau setara dengan 1,134,740 jiwa.
Vice Presiden ACT, Insan Nurrohman, menambahkan, usai lepas jangkar Kapal Ramadan akan berlayar selama delapan hari dengan jarak tempuh 665 nautical miles (Km).
Menurutnya, kapal tersebut akan singgah di tiga titik, yaitu Labuan, Bajo, lalu singgah lagi di Kaiabahi dan terakhir ke Kupang. Di setiap titik singgah, kapal akan menurunkan ribuan paket pangan.
“Setelah paket pangan tersebut diturunkan, kapal akan berlayar ke titik singgah berikutnya. Sementara itu, paket-paket pangan yang sudah diturunkan di pelabuhan langsung didistribusikan oleh relawan kami ke area-area pendistribusian,” paparnya.
Dia menambahkan, 10 ribu paket pangan Ramadan akan menjangkau 47 desa yang tersebar di 9 kabupaten NTT. Sekitar sembilan kabupaten tersebut, di antaranya Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka (khusus kecamatan Maumere), Ende, Alor, Atambua, Kupang, dan Timur Tengah Selatan.
Dari sembilan kabupaten tersebut, jelas dia, tim ACT akan masuk lagi ke pelosok-pelosok. Misalnya, di wilayah kepulauan di Labuan Bale. “Kami akan menjangkau wilayah Golo Lijun dan Golo Lebo, daerah yang belum tersentuh listrik. Lalu di Alor, kami akan menyambangi pulau Pantar, Pulau Pura, dan Pulau Buaya,” jelasnya.
Selain paket pangan, Kapal Ramadan juga mengangkut puluhan relawan yang siap diterjunkan langsung di wilayah distribusi.  Relawan-relawan tersebut menurut Insan, tidak hanya membantu pendistribusian bantuan pangan, tapi juga menggelar layanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca Juga
Lihat juga...