Karanganyar Siapkan Beras 17 Ton untuk Pasar Murah Ramadhan

Editor: Mahadeva WS

229
Pemkab Karanganyar, Solo, Jawa Tengah di Ramadhan tahun ini akan menggelar pasar murah sembako. Kegiatan akan digelar untuk warga yang tinggal di 17 kecamatan - Foto Harun Alrosid

SOLO – Pemkab Karanganyar, Solo, Jawa Tengah di Ramadhan tahun ini akan menggelar pasar murah sembako. Kegiatan akan digelar untuk warga yang tinggal di 17 kecamatan. 

Pasar murah sembako dibuka mulai pukul 07.00-11.00 WIB di setiap lokasi yang telah ditunjuk oleh Pemkab Karanganyar. Terbaru kegiatan digelar di Balai Desa Nagsri, Kecamatan Kebakkramat, dan Desa Genengan, Jumantono pada Rabu (23/5/2018).

“Untuk totalnya Pemkab menyiapkan 17 ton beras medium,  13,6 ton gula pasir,  340 dus sirup, dan 510 dus mie instan dan minyak goreng, serta 255 bal teh,” papar Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Perekonomian Rakyat Bagian Perekonomian Setda Karanganyar, Deasy Pramudiasty, Rabu (23/5/2018).

Pasar murah sembako berlangsung pada 23 Mei hingga 8 Juni 2018. Rencanana kegiatan akan ditutup dengan pasar murah tingkat kabupaten yang digelar di Gedung Wanita Karanganyar. Selama pasar murah, warga diberikan keleluasaan untuk membeli sembako sesuai kebutuhannya.

Di pasar murah, sembako yang disediakan lebih murah jika dibanding dengan harga di pasaran. “Harga teh yang semula Rp 25.000 dijual dengan harga Rp 20.000 per bal. Demikian pula untuk gula pasir, dari Rp 11.500 menjadi 10.000 per kilogram. Untuk mie instan dikemas dalam plastik berisi 10 bungkus dijual Rp18.000, seharusnya Rp 20.000. Beras kualitas medium Rp 10.500 dijual  Rp 8.000 per kilogram, minyak goreng dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kemasan, dan sirup Rp10.000 menjadi Rp 8.000 per botol,” paparnya.

Dari pelaksanaan pasar murah di Nangsri,  minyak goreng, beras dan gula pasir menjadi komoditi yang paling banyak diminati. Warga banyak yang membeli dalam jumlah cukup banyak untuk komuditas tersebut. “Kemungkinan minat warga ini sesuai dari kebutuhan masing-masing daerah berbeda. Di Jumapolo misalnya, beras kurang laku, karena petani sudah mulai panen,” imbuhnya.

Sedangkan untuk sirup, warga juga mulai banyak yang membeli. Perseiapan untuk berbuka maupun lebaran nanti menjadi alasan warga untuk membeli jauh-jauh hari sebelum digunakan. “Yang jelas lebih murah. Beli dalam jumlah banyak bisa untuk persiapan lebaran nanti,” kata warga Dusun Nangsrilor Supartini.

Baca Juga
Lihat juga...