Kawasan Minapolitan Balikpapan Tahap I Mulai Dikerjakan

Editor: Koko Triarko

221
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto. –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN  — Sekitar 30 hektare kawasan di Manggar, Kota Balikpapan, dijadikan kawasan minapolitan dengan konsep pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis wilayah.

Pada tahun ini, zona tahap I mulai dikerjakan pemerintah daerah melalui anggaran pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto, menerangkan kawasan minapolitan memiliki konsep pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan berdasarkan prinsip-prinsip integrasi, efisiensi, kualitas dan akselarasi tinggi.

“Konsentrasi pada satu pemukiman penduduk dan bukan membelakangi laut, yang menonjolkan hasil industri kelautan dan perikanan. Dari nelayan, budi daya hingga pengolahannya,” terangnya, saat ditemui Senin (14/5/2018).

Dengan basis yang saling terkoneksi, katanya, maka pengembangan kawasan minapolitan ini harus didukung oleh pengadaan sarana dan prasarana serta pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas dari dan menuju kawasan tersebut.

“Karenanya, harus dipersiapkan secara matang dan berkelanjutan. Anggarannya ada dari Kementerian Kelautan dan Kementerian PUPR. Pada tahun ini, yang ada baru kawasan Manggar,” sebut Yosmianto.

Ketika ditanya jumlah anggaran, pihaknya tak dapat menyebutkan. “Anggarannya saya lupa, tapi kalau fisik itu PUPR, ya. Sedangkan kelautan dari infrastruktur lingkungan. Tahun ini zona tahap satu,” tukasnya.

Kawasan minapolitan ini nanti dari kawasan tempat pendaratan ikan hingga kampung warna-warni.

Yos mengaku untuk anggaran pemerintah daerah saat ini belum ada membantu untuk kawasan minapolitan, mengingat anggaran daerah masih terbatas.

“Belum ada kalau dari APBD, karena terbatas anggaran kita. Jadi, kita andalkan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Dia berharap, pembangunan sektor kelautan dan perikanan berorientasi pada kualitas, baik sistem produksi secara keseluruhan, hasil produksi, teknologi maupun sumberdaya manusia.

“Melalui konsep minapolitan, pembinaan kualitas sistem produksi dan produknya dapat dilakukan secara lebih intensif,” tambahnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk