Kaya Manfaat, Warga di Lamsel Tanam Pohon Turi

Editor: Koko Triarko

463
LAMPUNG — Warga Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, memanfaatkan lahan pekarangan untuk budi daya tanaman Turi (sesbania grandiflora).
Warga Dusun Kayu Tabu, Syahbana (34), menyebut tanaman turi awalnya diperoleh dengan cara meminta bibit dari warga di kecamatan Palas. Tanaman pelindung jenis kacang-kacangan yang kerap ditanam di tepi jalan tersebut menjadi penghias dengan bunganya yang menarik dan bisa dikonsumsi.
Setelah tanaman turi berkembang, Syahbana mulai memencarkan bibit ke kebun dan sebagian warga lain menanam pohon turi di pekarangan dan kebun. Sebagai tanaman peneduh, tanaman turi yang memasuki masa berbunga menjadi penghias pekarangan dan sepanjang tepi jalan di desa tersebut.
Selain itu, bunga turi kerap diolah menjadi kuliner tradisional yang kerap dikonsumsi warga, di antaranya pecel, tumis dan campuran sayur lodeh.
“Saya awalnya menanam karena suka. Pohonnya yang rimbun saat berbunga cukup menarik dan kerap didatangi lebah, sehingga cocok untuk budi daya lebah, selain itu bisa memiliki fungsi menjaga lingkungan,” terang Syahbana, saat ditemui Cendana News, Kamis (24/5/2018).
Selain dari bunganya, kata Syahbana, biji turi yang diperoleh dari polong juga bisa diolah menjadi kuliner tradisional bothok, yakni menu kombinasi dari kacang turi, parutan kelapa, ikan teri dan bumbu. Tanaman turi juga ikut mendukung usaha budi daya lebah dan ternak kambing.
Menurutnya, kadar protein kasar (PK) tinggi cocok untuk pakan ternak kambing, terlebih saat musim kemarau ketika sulit mencari pakan.
Ia mengatakan, pemberian pakan ternak dengan daun turi bisa diberikan dalam kondisi segar, dan bisa menjadi tepung setelah dijemur.
Tepung daun turi dicampur dengan dedak, menjadi konsentrat yang bisa dijadikan pakan sapi. Penjemuran sekaligus mengurangi zat sponin yang menciptakan rasa pahit dan bisa mengganggu pencernaan hewan ternak.
“Sebagai sumber pakan alternatif, tanaman turi yang dimanfaatkan daunnya bisa menghemat penggunaan pakan,” papar Syahbana.
Tanaman turi di lahan terbuka, fasilitas umum seperti jalan, lapangan, sekolah, bisa menjadi pohon penghijauan. Program penanaman turi dalam jumlah banyak melalui turinisasi disebutnya ikut mendukung penghijauan di wilayah tersebut.
Beberapa tempat yang sebelumnya gersang, menajdi subur dengan kompos daun turi yang dibusukkan. Tanaman turi juga kerap dipergunakan sebagai pagar alami pada areal perkebunan perkebunan cengkih di wilayah Kelawi.
Maimunah (55), salah satu warga Pematang Macan, mengaku sengaja menanam turi sebagai pagar hidup di sekeliling kebun. Selain sebagai sumber pakan untuk ternak, bunga turi yang bisa dimanfaatkan sebagai sayuran sekaligus mengundang lebah dan kumbang.
“Lebah serta kumbang dan serangga lain kerap membantu penyerbukan bunga cengkih dan keberadaan tanaman turi ikut memancing lebah,” bebernya.
Tanaman turi juga bermanfaat menjaga lingkungan di perkebunan lahan miring dari longsor, dan pohon turi yang sudah tua dan tidak produktif bisa dipergunakan sebagai kayu bakar.
Lihat juga...

Isi komentar yuk