Kekompakan Kunci Keberhasilan Paduan Suara

Editor: Mahadeva WS

390

MAUMERE – Kekompakan yang terjalin diantara peserta paduan suara merupakan sebuah kewajiban. Terlebih ketika sedang menyanyikan lagu rohani yang merupakan ungkapan rasa syukur dan pujian bagi Allah.

“Lewat nyanyian kita wujudkan ungkapan rasa syukur dan terimah kasih kepada Allah sebagai penyelenggara kehidupan.Untuk itu saya meminta kepada semua peserta agar tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam tim,” pesan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sikka Drs.Paolus Nong Susar saat melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Kabupaten Sikka dalam rangka mengikuti lomba Pesparani Katolik I se- NTT 2018 di Kupang, Selasa (22/5/2018).

Peserta paduan suara asal kabupaten Sikka yang akan berlomba dalam Pesparani tingkat provinsi NTT di Kupang. Foto : Ebed de Rosary

Kepada kontingennya, Nong Susar berpesan agar peserta tetap disiplin, menjaga kesehatan dan menjaga kekompakan selama mengikuti perlombaan berlangsung. Dengan kekompakan dan kebersamaan apa yang diniati secara bersama diyakininya bisa berjalan dengan baik dan mencapai keberhasilan.

Ketua Kontingen Pesparani Kabupaten Sikka Gervatius Portasius Mude, SH, MH, mengatakan, kegiatan Pesparani Katolik digelar oleh LP3K Provinsi NTT. Acaranya merupakan wujud nyata dari keikutsertaan dalam membangun spiritualitas umat Katolik di seluruh gereja.

Lomba Pesparani Katolik I se- NTT  yang akan digelar di Kupang merupakan sejarah baru untuk Gereja Katolik. Kegiatan di 2018 ini baru pertama kali dilaksanakan. Lomba Pesparani Katolik I se- Provinsi NTT tahun 2018 akan dilaksanakan pada 24-27 Mei 2018 di aula utama El Tari Kupang. Kontingen Pesparani Kabupaten Sikka berjumlah 100 orang.

Kelompok paduan suara kabupaten Sikka terdiri kelompok kategori Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Gregorian Dewasa, Paduan Suara Anak-anak, Mazmur Dewasa, Remaja dan Anak-anak, Pelatih, Oficial Pendamping dan Peninjau berjumlah.

Baca Juga
Lihat juga...