Kelompok Tani Hikma Terima Bantuan Perangkat Irigasi Kabut

Editor: Satmoko

267

BALIKPAPAN – Menindaklanjuti pendampingan Bank Indonesia Balikpapan terhadap klaster bawang merah pada Kelompok Tani Hikma di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, hari ini (26/5/2018) Bank Indonesia memberikan bantuan seperangkat teknologi inovasi irigasi kabut dan satu mesin cultivator.

Pemberian bantuan seperangkat alat pertanian itu untuk membantu petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bawang merah di Kota Balikpapan.

Mengingat komoditas bawang merah adalah salah satu komoditas pangan dengan fluktuasi harga yang tinggi dan memberikan andil terhadap pergerakan inflasi kota bertajuk Madinatul Iman ini.

“Tujuannya untuk mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas bawang merah yang ditanam oleh petani. Harapannya Balikpapan bisa menjadi sentra dan menekan angka inflasi khususnya pada komoditas bawang merah,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani, di sela-sela penyerahan bantuan kepada Kelompok Tani Hikma di Kelurahan Teritip.

Bantuan seperangkat teknologi irigasi kabut itu, bukan hanya untuk kelompok tani Hikma saja namun sebelumnya juga telah diberikan bantuan sejenis kepada Kelompok Tani Karya Usaha di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Tidak hanya alat, kami juga memberikan pelatihan yang komprehensif kepada klaster binaan sebelum mengaplikasikan teknologi inovasi irigasi kabut dengan mendatangkan ahli langsung dari Yogyakarta,” ungkap Suharman Tabrani.

Menurutnya, pemahaman teknologi inovasi irigasi kabut yang diberikan merupakan hasil inovasi dari Yogyakarta yang dinilai mampu meningkatkan produksi bawang merah sebanyak tiga kali lipat di lahan marginal.

“Keunggulan teknologi ini dapat memangkas penggunaan air hingga 60 persen, menghemat sumber daya manusia dan lebih efisien dalam pengendalian hama,” paparnya.

Suharman berharap teknologi ini dapat direplikasi secara optimal di klaster bawang merah binaan baik di Balikpapan dan Penajam Paser Utara.

“Ke depan pemanfaatan teknologi serta peralatan yang diberikan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas bawang merah sehingga masyarakat bisa mengonsumsi bawang merah lokal dan mampu bersaing di pasar umum,” tambah Suharman.

 

Baca Juga
Lihat juga...