Kemenag Gelar Isbat Tentukan Awal Ramadan 1439H/2018M

Editor: Mahadeva WS

278

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) Selasa (15/5/2018) sore menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan 1439H/2018M. Sidang diawali dengan pemaparan tentang posisi hilal oleh tim Hisab dan Rakyat Kemenag. 

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Juraidi menuturkan, melalui mekanisme tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat muslim Indonesia mulai melakukan ibadah puasa. “Sidang isbat awal puasa Ramadan akan dilaksanakan, Selasa, 15 Mei 2018, di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama,” kata Juraidi, Selasa (15/5/2018).

Sidang akan dimulai pukul 16.00 WIB diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kemenag tentang posisi hilal menjelang awal Ramadhan. Kemudian untuk hasil pemantauan akan diumumkan pukul 19.00 WIB. “Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab, posisi hilal awal Ramadan 1439H akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadan,” ujarnya.

Sidang isbat digelar tertutup seperti sidang isbat awal Ramadhan dan awal Syawal tahun lalu. Hasilnya, akan disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers setelah penetapan sidang. Sidang isbat dihadiri oleh sejumlah pihak, baik dari para duta besar negara-negara sahabat, Pimpinan Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, Kemenag juga mengundang, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Sidang isbat, merupakan wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku Pemerintah dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama. Kementerian Agama akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Ramadan 1439H di 95 titik pemantauan yang tersebar 32 provinsi di Indonesia.

“Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten atau Kota yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi terkait setempat,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...