Kemenag Tetapkan 17 Mei 2018 Sebagai 1 Ramadan

Editor: Mahadeva WS

261

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijrah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Penetapan itu setelah mempertimbangkan sejumlah pendapat dalam sidang isbat  yang digelar Selasa (15/5/2018) di Kantor Kemenag. 

“Seluruh peserta sidang bersepakat pada malam ini, 1 Ramadhan jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018,” ucap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai memimpin sidang Isbat  di Gedung Kementerian Agama, Selasa (15/5/2018).

Ketetapan tersebut diambil berdasarkan hasil perhitungan tim hisab rukyat Kemenag. Mempertimbangkan laporan dari tim pamantau hilal yang telah bekerja pada Selasa (15/5/2018) sore di 32 provinsi di 95 titik seluruh tanah air. “Dari pelaku Rukyatul Hilal yang tersebar di 95 titik seluruh tanah air maka sampai dengan Isbat  tadi berlangsung kita menerima menerima laporan kesaksian 32 pelaku rukyatul hilal. Dari 32 yang melaporkan tidak satu pun yang berhasil melihat hilal,” ujarnya.

Sementara dari perhitungan hisab, dipastikan hilal tidak terlihat karena masih di bawah ufuk. Menurutnya sebagai fatwa MUI makan bulan Syakban saat ini disempurnakan menjadi 30 hari.  “Maka dengan dua hal tadi perhitungan hisab dan hasil rukyatul hilal yang tidak melihat hilal, sebagaimana ketentuan selama ini yang kita pegangi, sebagaimana fatwa MUI maka bulan Syakban saat ini kita sempurnakan menjadi 30 hari. Malam hari ini adalah tanggal 30 Syakban dengan demikian maka satu Ramadan jatuh pada Kamis 17 Mei 2018,” tuturnya.

Penentuan awal Ramadan menggunakan metode rukyat adalah dengan melihat posisi hilal. Rukyat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan bantuan alat teleskop. Proses dilakukan setelah matahari terbenam atau waktu magrib. Sementara dari metode hisab, ketinggian hilal berada pada 8,51 derajat dan jarak busur matahari 8,72 derajat dan waktu hilal selama 14 jam.

Sidang isbat  tersebut dihadiri Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, imam besar Istiqlal Nasaruddin Umar, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, PP Muhammadiyah, ormas-ormas Islam, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), para duta besar negara-negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Baca Juga
Lihat juga...