Kepala Desa Iligai Terancam Diberhentikan

Editor: Mahadeva WS

797

MAUMERE – Berlarutnya permasalahan pelantikan perangkat Desa Iligai Kecamatan Lela Kabupaten Sikka akan berdampak pada proses pencairan dana desa.  Dana Desa untuk 2018 hanya diberi waktu pencairan sampai 31 Mei 2018.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sikka Robertus Ray – Foto Ebed de Rosary

Apabila hingga minggu kedua Juni 2018 tidak dicairkan, maka dana akan hangus. “Dana Desa Iligai Rp900 juta lebih tersebut bila tidak bisa dicairkan maka bapak kepala desa yang harus bertanggung jawab kepada masyarakat Iligai. Jangan sampai terjadi sebab bila terjadi maka kepala desa bisa diberhentikan karena dianggap tidak bisa menjalankan pemerintahan,” tegas Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Sikka Robertus Ray, Senin (21/5/2018).

Robertus menyebut, tidak cairnya dana desa serta diberhentikannya kepala desa adalah kejadian yang tidak diinginkan. Namun bila kondisi terus berlarut-larut, maka BPD Iligai bisa mengajukan usul pemberhentian kepala desa karena dianggap tidak bisa menjalankan pemerintahan. “Kita cari jalan yang terbaik agar jangan sampai hal ini terjadi,” tandasnya.

Robertus menyebut, Kepala Desa Iligai adalah sosok muda dan membutuhkan masukan dari semua pihak agar masyarakat desa Iligai tidak dirugikan. Kepala Desa harus berjiwa besar. Kepala desa juga harus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat siapa tahu hasil seleksi yang kemarin sudah diberitahukan kepada orang yang sudah dipilih kepala desa tetapi tidak ditetapkan.

Kepala desa harus merapatkan barisan dengan BPD dan segera menyelesaikan permasalahan pelantian perangkat desanya tersebut. Bila selesai segera bisa dilakukan pelantikan. Bila perlu saat pelantikan dilakukan penandatanganan pakta interitas terhadap semua pernagkat desa agar bila salah bekerja bisa diberhentikan.

Kepala desa Iligai Egenius Edivin. Foto : Ebed de Rosary

Kepala BPD desa Iligai Paulus Lero kepada Cendana News menyebutkan, terkait keinginan beberapa kelompok masyarakat dan kepala desa untuk tidak melantik perangkat desa sebenarnya tidak perlu terjadi karena semua prosesnya sudah sesuai aturan.

“Sebenarnya tidak ada masalah. Yang dipersoalkan, perangkat desa yang terpilih yang diduga bermasalah terkait beras Raskin itu sudah diselesaikan oleh camat Lela periode sebelumnya. Kami setuju untuk dilantik sebab sudah sesuai Perda No.4/2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa sudah sesuai dan tidak ada permasalahan soal pengangkatan perangkat desa Iligai,” sebutnya.

BPD Iligai hanya mengawasi apakah Perda tersebut dijalankan atau belum. Kalau rekomendasi camat soal Perda tersebut memang wajib hukumnya dilantik terlepas ada permasalahan lainnya di luar dari Perda.

Baca Juga
Lihat juga...