Komodo akan Kembali Tampil di TMII

Editor: Satmoko

454

JAKARTA – Museum Fauna Komodo Indonesia dan Taman Reptilia Taman Mini Indonesia Indah (TMII) didesain berbentuk seperti komodo.

Museum ini menjadi kebanggaan para wisatawan domestik maupun mancanegara. Karena di museum ini, mereka dapat melihat seekor komodo hidup.

Komodo tersebut sudah ada di museum ini sejak tahun 2000, dan diperkirakan usianya sekarang sudah mencapai 25 tahun. Pengunjung bisa memberi makan dan selfie bersama komodo itu.

Namun, keceriaan pengunjung menjadi pudar manakala komodo itu tak lagi tampil di museum ini dikarenakan sakit sedang dikarantina.

Kepala Unit Museum Fauna Komodo Indonesia dan Taman Reptilia TMII, Widyabrata mengatakan, memang komodo tidak tampil lagi di museum ini dikarenakan sedang dikarantina. Diharapkan dalam waktu dekat bisa dihadirkan kembali untuk menghibur pengunjung.

Kepala Unit Museum Fauna Komodo Indonesia dan Taman Reptile TMII, Widyabrata. Foto : Sri Sugiarti.

“Komodo itu ikon museum. Kita cuma punya satu komodo. Mudah-mudahan lebaran nanti komodo bisa tampil di museum ini,” ujar Widyabrata kepada Cendana News saat ditemui, Minggu (27/5/2018).

Menurutnya, komodo yang akan tampil di museum ini nantinya adalah komodo yang baru sumbangan dari Taman Safari, Bogor, Jawa Barat.

Terkait komodo sumbangan ini, MoU antara Manajemen TMII dan Manajemen Taman Safari telah dilakukan pada 20 April 2018 lalu bertepatan dengan perayaan puncak HUT ke 43 TMII.

Namun hingga saat ini, komodo baru itu belum tiba di museum komodo TMII. Hal ini dikarenakan, kata Widyabrata, masih terkendala dengan birokrasi dan perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang belum selesai.

“Untuk bisa keluar komodo dari Taman Safari ke TMII itu salah satunya harus ada surat perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” ujarnya.

Widyabrata berharap kementerian segera mempermudah surat izin tersebut. Apalagi menurutnya, TMII ini adalah aset negara dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya serta flora dan fauna Indonesia. Dan komodo adalah hewan yang paling dibanggakan pengunjung museum Komodo TMII.

“Namanya museum Komodo tapi kok nggak ada komodonya, jadi nggak mewakili. Pengunjung banyak bertanya. Insha Allah lebaran komodo itu diharapkan sudah ada di museum ini,” ujarnya.

Dirinya juga meminta pihak manajemen TMII terus berupaya mendorong surat perizinan dari KLHK segera diterbitkan atau dikeluarkan. Tentu terus berkoordinasi dengan pihak Taman Safari.

Dengan komodo tampil kembali di museum menurut Widyabrata, bisa meningkatkan jumlah pengunjung. Target 7.000 pengunjung setiap bulannya bisa tercapai bahkan selalu melebihi.

Namun menurutnya, sejak komodo itu tidak tampil di museum ini dampak yang terjadi pengunjung menurun dratis.

“Tidak adanya komodo, pengunjung kita cukup signifikan turun antara 20-30 20 persen per bulannya,” kata pria 56 tahun ini.

Kembali dia menegaskan, bahwa komodo ini adalah ikon yang sangat diminati pengunjung. Tak hanya wisatawan domestik, tapi turis juga sangat memfavoritkan komodo ketika mereka berkunjung ke museum ini.

“Kami harapkan lebaran nanti, komodo sumbangan Taman Safari sudah ada sehingga bisa mengembalikan jumlah pengunjung museum,” tukas Widyabrata.

Apalagi menurutnya, TMII ini sebagai lembaga konservasi yang diakui pemerintah dan sudah terakreditasi KLHK. Taman satwa yang ada di TMII ini sangat khas dan menarik. Berbeda dengan taman satwa atau kebun binatang lainnya.

Taman satwa yang hadir di TMII itu bercampur dengan budaya. Jenisnya pun khas ada Taman Burung, Dunia Air Tawar.

“Nah, museum komodo dan taman reptil ini juga beda dengan kebun binatang. Bentuk bangunan desain komodo, jenis reptilnya juga khas dan relatif komplit,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...