Koperasi Kopi Solok Radjo Pasarkan Hasil Panen ke Luar Negeri

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG— Kopi Solok Radjo yang berada di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tidak hanya hadir untuk menjadi wadah bagi petani dalam hal memasarkan hasil panennya. Tapi turut mengembangkan tanaman yang ada di daerah tersebut.

Cara untuk melakukan pengembangan, dibentuklah sebuah koperasi dengan nama Produsen Solok Radjo melalui ide Alfadriansyah yang merupakan putra asli daerah. Berdiri sejak 2013 lalu, banyak hal yang telah dilakukan oleh penggagas bersama rekan-rekannya.

Ia menyebutkan Solok Radjo merupakan organisasi agribisnis yang fokus pada pengembangan kopi arabika di Sumatera Barat. Organisasit tersebut terdiri dari kumpulan petani, penyuluh, pedagang dan pengamat yang mempunyai satu visi yaitu pengembangan dengan orientasi pertanian berkelanjutan.

Saat ini dengan memiliki anggota sebanyak 887 orang, hal yang menjadi visi koperasi pun terus berjalan. Buktinya pada setiap Rapat Anggota Tahunan (RAT) tidak ada pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dalam bentuk uang, tapi dibagikan melalui bibit.

“Hal ini disepakati oleh anggota bahwa SHU dibagikan dalam bentuk bibit. Kenapa demikian, karena masyarakat ingin memiliki kebun lebih banyak lagi,” katanya, Senin (7/5/2018).

Adi mengatakan, saat ini kebun tidak begitu banyak lagi, buktinya per tahunnya kopi solok itu hanya panen 6 ton. Jumlah itu sangat sedikit maka diperlukannya bibit, sehingga lahan bisa diperluaskan.

Soal perluasan, Koperasi Produsen Solok Radjo juga telah mengantongi izin untuk memanfaat hutan nagari. Izin diberikan langsung oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup. Namun persoalannya, dana untuk memulai berkebun sangat minim.

Lihat juga...