KPK Limpahkan Berkas Perkara Rudi Erawan ke Penuntutan

Editor: Mahadeva WS

473
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Berkas perkara pemeriksaan mantan Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara Rudi Erawan diserhkan penyidik KPK ke penuntutan. Pelimpahan berkas tersebut bersamaan dengan penyerahan tersangka dan sejumlah barang bukti dalam kasus suap tersebut.

Dengan pelimpahan tersebut, dalam waktu dekat yang bersangkutan dipastikan segera menjalani persidangan di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Jadwal persidangan masih menunggu penetapan dari pihak pengadilan Tipikor.

“Hari ini penyidik KPK telah melimpahkan barang bukti beserta tersangka Rudi Erawan ke penuntutan. Tak lama lagi kasus perkaranya akan segara disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta,” jelas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Selama menjabat sebagai Bupati Halmahera Selatan, Rudi Erawan diduga telah menerima sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi. Uang suap tersebut diduga sebagai commitment fee untuk memuluskan perizinan proyek pembangunan jalan di Kabupaten Halmahera Selatan.

Mantan Bupati Halmahera Timur tersebut diduga telah menerima uang Rp6 miliar dari tersangka mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Amran H. Mustary.

Rudi Erawan dilantik sebagai Bupati Halmahera Timur sejak 2016. Namun dirinya kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap KPK pada awal 2018. Rudi ditangkap karena diduga ikut terkibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan dan peningkatan jalan di Kabupaten Halmahera Timur. Penetapan tersangka tersebut merupakan bagian dari pengembangan OTT yang menjerat tersangka mantan Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti.

Lihat juga...