KPK Periksa 4 Saksi Tersangka Abu Bakar

Editor: Koko Triarko

258
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penerimaan suap atau gratifikasi yang menjerat tersangka Abu Bakar, Bupati Bandung Barat. 

Setidaknya empat orang dipanggil penyidik KPK, masing-masinh I’ing Nurdin-Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bandung Barat dan Dudi Prabowo-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat.

Kemudian Heru Budi Purnomo-Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat dan Ardiansyah yang berasal dari unsur swasta.

Keempat orang tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Abu Bakar, dan Asep Hikayat-Kepala Badan Kepegawaian Pemkab Bandung Barat.

Demikian dijelaskan Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Senin (21/5/2018), saat ditanya terkait jadwal atau agenda pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK hari ini.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut merupakan pengembangan penyelidikan kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

“Ada sejumlah saksi yang diperiksa dalam kasus dugaan Tipikor yang menjerat Abu Bakar, Bupati Bandung Barat, satu orang saksi atas nama  I’ing Nurdin diperiksa untuk tersangka Abu Bakar, sedangkan tiga saksi lainnya diperiksa untuk tersangka Asep Hikayat”, jelas Febri Diansyah.

Sementara itu, penyidik KPK telah menetapkan Abu Bakar sebagai tersangka dugaan penerimaan suap atau gratifikasi terkait perizinan sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Abu Bakar diduga telah menerima uang tunai sebesar Rp435 juta, yang diduga untuk membiayai dana kampanye istrinya, Elin Suharliyah.

Erlin berencana akan maju dalan pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai calon Bupati Bandung Barat untuk menggantikan suaminya, Abu Bakar, karena Abu Bakar tak lama lagi akan habis masa jabatannya sebagai bupati atau kepala daerah karena yang bersangkutan telah menjabat selama dua periode berturut-turut.

KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya dalam kasus tersebut, tersangka Asep Hikayat diduga sebagai pihak pemberi suap atau penyuap. Sedangkan tersangka lainnya masing-masing Weni Lembanawati dan Adiyoto ditetapkan sebagai pihak penerima suap.

“Tersangka Abu Bakar, Asep Hikayat, Weni Lembanawati dan Adiyoto hingga saat ini masih menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan cabang KPK di Jakarta” pungkas Febri Diansyah.

Baca Juga
Lihat juga...