KPK Selidiki Dugaan Keterlibatan Keluarga Bupati Bengkulu Selatan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

218

JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan intensif terhadap 4 orang tersangka yang terjaring dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di sejumlah lokasi di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.

Keempat tersangka tersebut masing-masing Dirwan Mahmud (DIM) Bupati Bengkulu Selatan, Hendrati istri bupati, Nursilawati seorang oknum Pegawai Negeri Sipil yang juga keponakan bupati. Selain itu petugas KPK juga menangkap dan mengamankan Juhari yang berasal dari unsur swasta.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan menyesalkan terkait adanya dugaan keterlibatan keluarga. Mereka diduga saling bekerjasama dalam dugaan penerimaan suap terkait perizinan sejumlah proyek.

“Kami sangat menyesalkan terkait keterlibatan mereka bahkan terkesan mendukung perbuatan korupsi tersebut,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Menurut Basaria, seharusnya anggota keluarga mencegah atau mengingatkan agar tidak melakukan perbuatan korupsi. Namun yang terjadi justru sebaliknya, istri dan keponakan bupati ikut terlibat.

“Saya sekali lagi menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam terkait adanya dugaan keterlibatan anggota keluarga Bupati Bengkulu Selatan, mudah-mudahan hal tersebut kiranya dapat dijadikan pelajaran penting bagi pejabat penyelenggara negara atau kepala daerah di seluruh Indonesia,” pungkas Basaria Pandjaitan.

Saat diperiksa KPK, Dirwan Mahmud mengaku bahwa selama ini uang yang diduga berasal dari hasil korupsi memang tidak diterima secara langsung namun diserahkan melalui perantaraan Hendrati, istri bupati dan keponakannya Nursilawati.

Nursilawati diketahui menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bengkulu Selatan. Ia diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dam menyalahgunakan wewenang atau jabatannya dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri, orang lain maupun sebuah korporasi.

Baca Juga
Lihat juga...