KPPU Siap Cegah Persaingan tak Sehat Pengelolaan Bandara

Editor: Koko Triarko

271
BALIKPAPAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) siap memberikan masukan dan saran kepada pihak PT Angkasa Pura I Bandara SAMSS Balikpapan, guna mencegah persaingan usaha yang tidak sehat di bidang pengelolaan bandara. 
Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu, menjelaskan koordinasi dan komunikasi menjadi penting agar pelaku usaha dapat terhindar dari perilaku persaingan usaha tidak sehat, sebagaimana yang pernah terjadi pada beberapa kasus yang ditangani oleh KPPU di bandara lain, seperti kasus Kargo di Medan dan Makassar.
“Pertemuan dengan Angkasa Pura I ini sebagai tindaklanjut audiensi sebelumnya, dan diharapkan sebagai upaya pencegahan persaingan usaha tidak sehat,”ungkapnya saat pertemuan dengan Angkasa Pura I Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMSS) Balikpapan, Senin (28/5/2018).
Untuk itu, pihaknya siap memberikan saran dan masukan kepada pihak Angkasa Pura I Bandara SAMSS terkait isu-isu persaingan yang bisa muncul dari strategi pemasaran, yang dilakukan oleh pihak Angkasa Pura I Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Abdul Hakim Pasaribu juga mengharapkan, dengan adanya pembukaan bandara baru di Samarinda, menjadikan Provinsi Kalimantan Timur berkembang, dan mau tidak mau Bandara SAMSS Balikpapan harus bersiap menghadapi persaingan dalam “merebut” penumpang yang datang dan pergi dari dan ke Kalimantan Timur.
“Apa pun strategi pemasaran yang dilaksanakan Bandara SAMSS Balikpapan, harus tetap dalam koridor persaingan usaha yang sehat,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama General Manager Angkasa Pura I Bandara SAMSS Balikpapan, Handy Heryudhitiawan, mengatakan dalam diskusi yang berlangsung di kantor KPPU Balikpapan pihak Angkasa Pura I juga menyampaikan gambaran aktivitas dan perkembangan operasional Bandara SAMSS Balikpapan yang dikelolanya.
Handy menambahkan, dengan kehadiran Bandara Samarinda Baru memiliki berbagai aspek yang perlu diperhatikan. Tentu kota Balikpapan harus melakukan berbagai inovasi dengan menonjolkan daya tarik tertentu.
“Daya tarik tertentu itu tentu agar masyarakat memilih Balikpapan sebagai destinasi wisata atau kegiatan MICE, sehingga arus penumpang datang dan pergi melalui Bandara SAMSS Balikpapan dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan,” tutupnya.
Baca Juga
Lihat juga...