Kualitas Jelek, 489 KK Pakan Rabaa Tangah Tunda Pengambilan Rastra

Editor: Mahadeva WS

231

PADANG – Pemerintah Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menunda pendistribusian beras rakyat sejahtera (Rastra). Langkah tersebut diambil karena kualitas beras dinilai tidak layak konsumsi.

Menyikapi kondisi tersebut, Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumbar menyatakan, persoalan beras rastra yang tidak layak konsumsi akan diganti oleh Bulog. Beras pengganti dipastikan berkualitas dan layak untuk dikonsumsi.

Kepala Bulog Divre Sumbar Suharto Djabar/Foto: M. Noli Hendra

Kepala Bulog Divre Sumbar Suharto Djabar mengatakan, Bulog berkomitmen untuk mengganti beras yang dinilai tidak layak konsumsi. Saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog mencapai 9.000 ton.

Suharto menyebut, saat ini pihaknya mendistribusikan rastra ke semua nagari yang ada di kabupaten dan kota di Sumbar. Maka dari itu peran serta masyarakat, kelurahan serta nagari sangat dibutuhkan untuk melakukan pemantauan. Hal itu dibutuhkan agar beras yang sampai ke penerima manfaat benar-benar berkualitas bagus dan aman dikonsumsi.

“Untuk itu, kami berharap ada sinergi dalam memberikan laporan ketika menemukan rastra yang dianggap tidak sesuai dengan harapan warga. Silahkan laporkan dan kami akan langsung menggantinya sesuai,” katanya, Jumat (25/5/2018).

Suharto mengungkapkan, pada prinsipnya Bulog akan melayani pendistribusian Bansos Rastra dengan baik serta beras berkualitas baik. Sebelum di salurkan pihaknya melakukan sortasi dan pengecekan terlebih dahulu di Gudang. “Ini bukan kesengajaan. Tapi, beras rastra yang dikirim tidak layak konsumsi itu lolos sortiran di gudang,” ujarnya.

Mengenai kerusakan beras rastra Suharto menyebut, beras yang disimpan terlalu lama akan berdampak pada turunnya kualitas. Namun, Bulog berkomitmen untuk meningkatkan kualitas beras yang akan didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat. “Bulog tidak akan membeli beras eks rastra yang dijual penerima manfaat kepada pihak ketiga, karena beras yang diterima Bulog harus baru. Setiap tahun, karung dan logo beras Bulog diganti. Sehingga pengawasan itu tidak hanya dilakukan oleh Bulog,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Nagari Pakan Rabaa Tangah Delvi menyatakan, kualitas rastra dikeluhkan warga. Beras dinilai tidak layak konsumsi karena berwarna kuning dan kondisi rusak. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di masyarakat yang mendapatkan janji Bulog selalu menyortir dan mengecek kualitas beras rastra sebelum didistribusikan.

Penerima rastra di Nagari Pakan Rabaa Tengah sebanyak 489 Kepala Keluarga (KK) dari 14 jorong. Setiap keluarga mendapatkan kuota rastra 10 kilogram tanpa ada uang tebusan. Namun karena kondisi beras yang tidak layak, seluruh KK menolak untuk menerima bantuan.

Baca Juga
Lihat juga...