Kunjungan Wisatawan, Berdayakan Masyarakat Sekitar Pantai Belebug

Editor: Satmoko

192

LAMPUNG – Kunjungan wisatawan saat akhir pekan di pantai Belebug desa Totoharjo kecamatan Bakauheni Lampung Selatan ikut memberi dampak positif bagi sejumlah pelaku usaha.

Santi, salah satu pemilik usaha warung di pantai tersebut mengaku kunjungan wisatawan meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan dengan hari biasa.

Imbasnya bagi pelaku usaha seperti dirinya yang mencoba peruntungan dengan berjualan makanan dan minuman ringan memiliki omzet lebih banyak dibandingkan hari biasa.

Santi bahkan menyebut, selain menyediakan makanan dan minuman ringan ia berjualan kelapa muda hasil perkebunan di wilayah Totoharjo. Kondisi pantai yang semakin ramai dikunjungi saat akhir pekan bahkan didukung oleh penyelenggaraan kegiatan mancing bareng (Mabar) melibatkan puluhan peserta.

Wisatawan bermain di pantai Belebug desa Totoharjo kecamatan Bakauheni Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Meski peserta mendapat makan siang dan minuman sebagian peserta meminta dibuatkan kopi bahkan memesan makanan berupa ikan bakar serta kuliner berbahan ikan.

“Seperti biasanya saat liburan akhir pekan menu yang kami siapkan berupa kuliner tradisional berupa sambal seruit serta jasa membakar ikan. Jika wisatawan datang ke sini untuk memancing sekaligus makan di warung yang saya kelola,” terang Santi salah satu pedagang kuliner di pantai wisata Belebug, saat ditemui Cendana News, Minggu (13/5/2018).

Pada tradisi ngelop atau mandi  bersih diri yang mulai dilakukan pada Minggu (13/5) hingga Senin sore (14/5) tahun ini ia menyebut, jumlah kunjungan wisatawan lebih banyak dengan terkelolanya pantai Belebug oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Barokah dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau.

Pengelolaan tersebut di antaranya penataan lokasi pusat kuliner, lokasi parkir, tempat untuk bersantai hingga lokasi untuk menikmati suasana pantai dengan tenda serta saung bambu.

Fasilitas penunjang berupa jalan rigid beton, jalan aspal dari pertigaan desa Kelawi hingga ke pantai semakin mempermudah akses wisatawan menuju lokasi pantai. Pengelolaan oleh Pokdarwis disebut Santi membuat pantai tersebut lebih tertata termasuk fasilitas penunjang berupa perahu kano, life jacket, pelampung dengan ban, kano, saung yang disewakan bagi pengunjung.

Salah satu pedagang buah yang mencari peruntungan di lokasi wisata [Foto: Henk Widi]
“Bagi penjual kuliner sebagian memang sudah memiliki spesifikasi berjualan, ada yang bakso, mie ayam, ada yang khusus minuman. Sebagian makanan dan minuman ringan,” papar Santi.

Pada hari biasa ia menyebut kerap mendapatkan omzet di atas Rp300 ribu dari berjualan selama satu hari libur akhir pekan. Saat ada tradisi ngelop sekaligus liburan ini selama setengah hari diprediksi sudah mendapatkan omzet di atas Rp500 ribu.

Tiga janjang kelapa muda dengan masing-masing berisi lima butir kelapa muda hijau bahkan harus ditambah akibat minat yang tinggi akan minuman alami yang segar di tepi pantai.

Selain Santi, warga yang ikut merasakan keuntungan dari ramainya kunjungan wisata di pantai Belebug adalah Heny. Wanita yang mencoba peruntungan dengan berjualan buah melon segar tersebut mengaku, sengaja berjualan buah di tepi pantai karena kondisi pantai yang panas cocok untuk berjualan buah manis nan segar tersebut.

Ia menyebut setelah diizinkan oleh pengelola Pokdarwis dirinya bisa berjualan buah menyemarakkan suasana pantai Belebug yang ramai dikunjungi wisatawan.

Salah satu pedagang kuliner memanfaatkan kunjungan wisatawan yang meningkat dengan berjualan kuliner khas pantai berupa seafood [Foto: Henk Widi]
Buah melon segar dengan ukuran kecil dan besar dijual dengan sistem timbangan per kilogram dijual seharga Rp8.000. Buah yang banyak diminati saat kondisi cuaca panas tersebut bahkan dijualnya secara berkeliling dengan memanfaatkan potensi kunjungan wisatawan yang ada buah melon pun menjadi komoditas pilihan yang dijual.

Sehari ia menyebut bisa menjual sekitar 200 kilogram buah melon atau mendapat omzet sekitar Rp1,6 juta.

“Peningkatan dan pembenahan kawasan wisata pantai Belebug ikut memberdayakan masyarakat sekitar pantai menciptakan lapangan kerja baru,” papar Heny.

Ia bahkan menyebut, suasana ramainya pantai Belebug diprediksi masih akan terjadi hingga Senin esok dengan adanya tradisi ngelop. Setelah itu dengan mulainya ibadah puasa Ramadan kunjungan dipastikan akan menurun bahkan akan kembali ramai saat lebaran Idul Fitri.

Peluang pada momen tertentu membuat sebagian warga memanfaatkan untuk berjualan beragam makanan dan minuman kebutuhan bagi pengunjung pantai Belebug.

Selain pedagang kuliner, buah, Pokdarwis Ragom Helau yang menyelenggarakan mancing bareng dipastikan mendapatkan keuntungan menjanjikan. Yodistira Nugraha, ketua komunitas Peduli Wisata (Pelita) Lampung Selatan menyebut pemberdayaan masyarakat menjadi tujuan dari kegiatan mancing bareng bertepatan dengan hari libur tersebut.

Ia menyebut sisi positif kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan sumber penghasilan bagi masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis.

“Selain memperkenalkan destinasi wisata kami berharap peningkatan secara ekonomi juga dirasakan warga sekitar pantai,” tegas Yodistira.

Upaya peningkatan kunjungan wisata yang berdampak bagi usaha masyarakat disebutnya akan terus dilakukan. Sebelumnya lomba balap perahu kano dilakukan di pantai tersebut.

Mancing bareng dengan hadiah menjanjikan berupa uang tunai mulai juara pertama Rp1 juta, juara kedua Rp500 ribu dan juara ketiga Rp300 ribu ditambah alat pancing  diikuti banyak peserta.

Imbasnya kegiatan tersebut membuat kunjungan ke pantai Belebug meningkat, berdampak positif bagi masyarakat luas maupun yang ada di  dalam Pokdarwis.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.