Lawar Bunga dan Daun Pepaya ala Sikka

Editor: Satmoko

548

MAUMERE – Lawar merupakan makanan semacam sayur yang sering dikonsumsi masyarakat di pulau Flores termasuk kabupaten Sikka yang terkenal dengan lawar daun singkong yang selalu dijual bersama makanan lokal setiap sore hingga malam hari di sepanjang jalan kota Maumere.

“Lawar daun singkong memang banyak dijual tetapi kalau lawar daun dan bunga pepaya hampir tidak ada yang menjualnya. Mungkin karena harga bunga pepaya sangat mahal di pasar,” ungkap Maria Magdalena, Sabtu (19/5/2018).

Untuk membuat lawar bunga dan daun pepaya ini, terang Maria, daun dan bunga pepaya diiris terlebih dahulu lalu direbus hingga matang. Untuk menghilangkan rasa pahit maka direbus bersamaan dengan beberapa helai daun Reo atau Kudo.

Maria Magdalena. Foto Ebed de Rosary

“Saat direbus, beberapa helai daun Reo diletakkan di bagian atas sayur tersebut. Banyaknya daun Reo yang digunakan tergantung dari selera orang yang memakannya sebab semakin banyak daun reo yang dipergunakan maka rasa pahit akan berkurang,” jelasnya.

Bumbu yang dipergunakan pun kata Maria sangat sederhana yaitu menggunakan bawang merah, bawang putih, halia, cabai rawit serta garam secukupnya. Bumbu-bumbu ini bisa diiris atau dihaluskan tergantung selera pembuatnya.

“Setelah daun dan bunga pepaya yang direbus sudah matang, lalu diangkat dan ditiriskan airnya hingga kering. Bawang merah bawang putih dan halia yang sudah dihaluskan dicampur dengan parutan kelapa, lalu diaduk bersama bunga dan daun pepaya,” ungkapnya.

Ursula Lodan menambahkan, salah seorang penjual lawar daun singkong menjelaskan, lawar ini sama dengan masakan urap di Jawa. Membuatnya pun tergantung selera orang yang mengkonsumsi.

Bumbu bisa diiris dan juga bisa dihaluskan, kata Ursula, sementara kelapa parut ada yang langsung dicampur dengan bumbu dan bunga. Daun pepaya yang sudah matang dan diaduk merata bisa mengggunakan tangan. Kedua tangan terlebih dahulu dicuci dan dilapisi dengan plastik biar makanannya steril.

“Ada yang kelapa parutnya disangrai atau digoreng tanpa minyak agar sayur tersebut lebih tahan lama. Tapi kalau mau langsung dimakan biasanya kelapa parut langsung dicampur saja. Kelapa sebaiknya diparut menggunakan parutan tangan biar rasa lawarnya lebih enak,” sebutnya.

Baca Juga
Lihat juga...