Lestarikan Budaya Lewat Gelaran Indonesia Tempoe Doeloe

Editor: Satmoko

316

MALANG – Seiring dengan berkembangnya zaman yang semakin canggih, berbagai permainan modern pun bermunculan dan menjadi idola bagi anak-anak.

Tidak heran jika generasi muda zaman sekarang banyak yang sudah tidak mengenal permainan-permainan tradisional maupun kesenian tradisional asli Indonesia.

Dilatarbelakangi keprihatinan tersebut, Komunitas Warga Slamparejo (KWS) dan Kecamatan Jabung Bersatu (KJB) menggelar sebuah acara bertajuk Indonesia Tempoe Doeloe Sinau Kesenian lan Dolanan Jaman Mbijen di Balai Desa Slamparejo.

Humas KJB, Choirul Ibad menjelaskan, tujuan awal dari kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk melestarikan budaya tradisional dimana saat ini sudah mulai terlupakan oleh generasi muda.

Humas KJB, Choirul Ibad (kiri) Foto Agus Nurchaliq

Menurutnya, saat ini sudah jarang sekali anak-anak yang mau memainkan mainan tradisional, bahkan tidak jarang di antara mereka yang justru tidak mengetahui apa itu permainan dan kesenian tradisional. Karena mereka lebih banyak menghabiskan waktunya dengan memainkan gadget masing-masing.

“Untuk itu melalui kegiatan ini kami ingin melestarikan sekaligus mengajarkan kepada anak-anak mengenai budaya zaman dulu mulai dari dolanan lawas (mainan lama) dan kesenian tradisional tari topeng agar tidak punah, dan agar anak-anak kecil tidak tergantung dengan gadget,” jelasnya kepada Cendana News, Minggu (27/5/2018).

Anak-anak bermain egrang. Foto Agus Nurchaliq

Lebih lanjut disebutkan, kegiatan Indonesia Tempoe Doeloe sudah dilaksanakan empat kali dan sengaja diadakan di empat desa yang berbeda di Kecamatan Jabung dengan harapan agar di tiap-tiap desa se-Kecamatan Jabung tersebut bisa lebih mengenal dan melestariakan tari topeng serta permainan zaman dulu.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini tiap bulannya, sekarang sudah mulai banyak pemuda-pemudi termasuk anak-anak dari empat desa tersebut yang mau belajar tari topeng maupun memainkan aneka permainan tradisional,” akunya. Jangka panjangnya, ingin menggelar event besar untuk melakukan tari topeng di lapangan secara bersama-sama.

Sementara itu, acara yang berlangsung hingga malam hari ini diisi oleh berbagai kegiatan seni dan permainan mulai dari belajar tari topeng, pentas seni, bermain egrang, lompat tali karet, hingga berbagi takjil.

Meskipun dalam kondisi berpuasa, masyarakat khususnya generasi muda dan anak-anak, terlihat sangat menikmati permainan tradisional egrang dan tanpa ragu ikut berlatih tari topeng.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.