banner lebaran

Liburan, Nyantrik di Rumah Para Maestro Seni

320

YOGYAKARTA – Memanfaatkan waktu liburan untuk hal positif tentu saja menarik. Salah satunya adalah dengan belajar bersama maestro seni di bidangnya masing-masing. Baik seni rupa, tari,  pedalangan, musik, teater, fotografi, dan lain sebagainya.

Mengisi kalender liburan sekolah tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka program Belajar Bersama Maestro (BBM) yang melibatkan 20 maestro seni. Para maestro seni yang sudah bereputasi internasional tersebut adalah Didik Ninik Thowok, Gilang Ramadhan, Manteb Soedharsono, Ayu Laksmi, Djaduk Ferianto, Djoko Pekik, Arief Yudhi, Putu Sutawijaya, Dindon WS, Miroto, Angki Purbandono, Nasirun, Ni Nyoman Tjandri, Wangi Indriya, Hanafi, Irwansyah Harahap, Iswadi Pratama, Ni Ketut Arini, Fendi Siregar, dan Made Sidia.

Restu Gunawan, Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Foto Ist

Menurut Restu Gunawan, Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui kegiatan ini pelajar bisa mendapatkan pengalaman berharga dengan memahami perjalanan hidup dan kiat berkesenian. Para pelajar tersebut juga dapat menularkan pengalamannya kepada pelajar lain sehingga menjadi berkelanjutan. Pengalaman tersebut bisa jadi memang sukar didapatkan baik ketika duduk di bangku sekolah maupun dalam buku-buku pelajaran.

“Dalam tahun ini targetnya menjaring 300 peserta dari bangku SMA/SMK/MA dan yang sederajat di seluruh Indonesia. Hal ini juga dalam rangka penguatan pendidikan karakter dengan nyantrik atau berguru langsung kepada para maestro. Kalau mau lebih jelas silakan akses laman bbm.kemdikbud.go.id,” tutur Restu Gunawan dalam acara Ngobrol Bareng Para Maestro di rumah perupa Djoko Pekik, Selasa (15/5/2018).

Menurut Restu pula, peserta yang terpilih bisa tinggal selama 2 minggu di tempat tinggal masing-masing maestro. Setiap maestro akan mengajar 15 peserta didik. Ada enam provinsi sesuai domisili ke-20 maestro, yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Lampung, dan Sumatra Utara. Pelaksanaan kegiatan ini akan berlangsung pada 2-15 Juli 2018.

Putu Sutawijaya, maestro seni rupa. Foto Satmoko

“Saya menyambut baik gagasan bagus ini. Karena ini memudahkan siswa memahami kesenian. Kesenian tidak lagi menjadi sesuatu yang sukar namun bisa diakrabi sebagaimana hobi sehari-hari yang menyenangkan,” tutur Putu Sutawijaya, salah seorang maestro seni dari bidang seni rupa.

Djadug Ferianto, salah seorang maestro seni dari bidang seni musik juga menyatakan bahwa seni pada dasarnya adalah hal yang bisa dipelajari sebagaimana air dan darah yang mengalir.  “Semakin dalam mempelajari maka akan semakin menemukan keindahan. Di situlah esensi seni bekerja,” ucap Djadug penuh nuansa filosofi.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.