Longsor Bahu Jalinsum KM 07 Semakin Parah

Editor: Mahadeva WS

227

LAMPUNG – Kondisi longsor bahu Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Hatta Kecamatan Penengahan Lampung Selatan semakin parah. Setelah sebelumnya longsor hanya merusak area sepanjang tiga meter dengan kedalaman setengah meter, kini kerusakan menjadi lebih besar.

Salah satu warga Desa Hatta Hendra menyebut, kerusakan bahu jalan pada bagian talud sudah terjadi sejak sebulan lalu. Kendati demikian, belum ada upaya tindakan dari instansi terkait khususnya yang menangani akses jalan nasional.

Longsor yang merusak bahu jalan tersebut, akibat buruknya drainase Jalinsum KM 07 yang berada tidak jauh dari Kantor Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Jika dilihat dari bawah, maka di kawasan yang longsor terlihat lubang yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Potensi longsor masih mungkin terjadi dengan kondisi cuaca yang masih didominasi hujan pada beberapa pekan terakhir. “Kondisi bahu jalan yang longsor membahayakan pengguna jalan terutama mendekati angkutan lebaran sehingga harus segera diperbaiki jangan menunggu longsor semakin membesar,” ujar warga lainnya yang bernama Hasan saat ditemui Cendana News, Senin (28/5/2018).

Lampu penerangan jalan umum di Jalinsum mengalami kerusakan dan belum diperbaiki jelang angkutan lebaran [Foto: Henk Widi]
Selain kerusakan karena longsor, Hasan menyebut, hingga saat ini ratusan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalinsum mati. Hal tersebut memaksa pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas di malam hari. Terlebih saat melintas di jalan yang bergelombang dan berlubang.

Lampu PJU yang rusak sebagian merupakan lampu di bawah pengawasan Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Darat. Diperkirakan matinya lampu tersebut karena kerusakan di bagian baterai lampu bertenaga surya tersebut.

Khusus lokasi longsor di Jalinsum KM 07, jajaran Polsek Penengahan dan Koramil 03/Penengahan sudah memasang penanda adanya longsor pada Sabtu (26/5/2018) silam. Kanit Binmas Polsek Penengahan Aipda Nurkholis menyebut, tanda kerusakan jalan dipasang agar pengguna jalan berhati hati.

Sementara Sersan Dua Yus Karyanto yang ditemui Cendana News saat pemasangan tanda longsor dengan kayu menyebut, perbaikan akan dilanjutkan oleh pihak terkait. Meski demikian upaya mencegah terjadinya kecelakaan akan dilakukan dengan memberi tanda peringatan yang lebih jelas berupa garis polisi sebelum perbaikan menyeluruh di titik longsor diperbaiki.

Catur Wibowo, konsultan perbaikan Jalan Lintas Sumatera Kementerian PUPR [Foto: Henk Widi]
Jika titik longsor di jalan tersebut tidak segera diperbaiki dengan bangunan terbuat dari talud, dikhawatirkan ruas tersebut putus dan akan mengganggu pengguna jalan. Sementara hingga Senin (28/5/2018) siang, area longsor selebar belasan meter dengan kedalaman mencapai tiga meter sudah diberi tanda garis polisi. Tanda garis polisi tersebut dipasang oleh petugas polisi lalu lintas Gayam Kecamatan Penengahan.

Konsultan Perbaikan Jalinsum Kementerian PUPR Catur Wibowo menyebut, kerusakan tersebut bisa mengganggu lalu lintas. Meski demikian upaya perbaikan akan disampaikan ke bagian yang menanganinya karena bahu jalan dengan konstruksi talud tersebut masuk dalam penanganan satuan kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN).

Catur Wibowo menyebut perbaikan Jalinsum saat ini tengah dilakukan pada peningkatan kualitas. Kegiatan dilakukan di tiga sektor yang berada di Kecamatan Penengahan dan Bakauheni. Perbaikan dilakukan dengan penebalan jalan. Kegiatan ditargetkan selesai sepuluh hari sebelum angkutan lebaran 2018/1439 Hijriyah.

Baca Juga
Lihat juga...