LSF Didesak Publik, Film Lima Tetap 17 Tahun

Editor: Mahadeva WS

370

JAKARTA – Film lima yang mempresentasikan lima sila Pancasila ditetapkan Lembaga Sensor Film (LSF) untuk penonton 17 tahun ke atas. Sementara Produser sekaligus sutradara film ‘Lima’ Lola Amaria, menyebut, film tersebut sangat layak ditonton untuk semua umur.

Dengan adanya perbedaan tersebut, komunitas perfilman bersama Komisi I DPR melakukan mediasi antara Lola Amaria dengan LSF. “Sebenarnya waktu bikin ‘Lima’ ini saya maunya untuk ditonton semua umur,“ kata Lola Amaria seusai pertemuan antara komunitas perfilman bersama Komisi I DPR dalam mediasi dengan LSF di Gedung Film Pesona Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018).

Perempuan kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977 itu menerangkan, kalau untuk semua umur tayangan film tersebut tentu tidak percuma. Hal itu karena karena Pancasila harus bisa dicerna untuk semua kalangan “Tapi ketika film ini jadi langsung berpikir kayaknya 13 karena 13 tahun fase anak remaja menuju dewasa yang sudah bisa mencerna hal yang baik dan hal yang tidak baik,“ ungkapnya.

Suasana Komunitas Perfilman mediasi dengan LSF (Foto Akhmad Sekhu)

Menurut Lola, Minggu lalu, sudah diputuskan oleh LSF bahwa film ini untuk 17 tahun ke atas. “Saya sebagai produser sudah menerima dengan senang hati bahwa film ini kategorinya 17 tahun ke atas dengan pertimbangan yang tidak mungkin saya sebutkan disini,“ bebernya.

Kemudian, dua hari setelah dapat lulus sensor dari LSF, film ini ada di bioskop dengan poster filmnya tertulis 17 ++. “Tiba-tiba, saya tidak tahu ada beberapa perwakilan masyarakat dari berbagai kalangan baik itu komunitas, sekolah, psikologi, dan lain-lain, mengirim surat ke Komisi I DPR karena LSF di bawah Komisi I DPR, “ paparnya.

Atas nama publik, mereka mempertanyakan, kenapa film Lima lolosnya 17 tahun, tidak untuk 13 tahun atau untuk semua umur. “Padahal film ini sangat layak ditonton paling tidak umur 13 tahun karena ada unsur pendidikan tentang toleransi, keberagaman, musyawarah, yang memang pas untuk anak umur segitu, “ tuturnya.

Lola mengaku tidak tahu pengaduan yang disampaikan seperti apa. Hanya saja Jumat (25/5/2018) Dia dapat surat dari LSF untuk datang di acara mediasi. “Tiba-tiba Senin (28/5/2018) sudah ramai, mereka semua mengutarakan aspirasinya, dan saya sangat senang karena mereka peduli film ini. mereka juga menyayangkan karena 17 tahun kategorinya, “ ujarnya.

Lola menyampaikan, dialog dilakukan dari LSF dan perwakilan komunitas film. “Hampir lebih dua jam keputusannya tetap 17 tahun walaupun ada desakan publik, bahwa anak SMP harus nonton film ini karena film ini penting, tapi film ‘Lima’ tetap 17 Tahun“ tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.