Mahasiswi UMM Ciptakan Aplikasi Belajar Gaya Bahasa

Editor: Koko Triarko

246
MALANG – Para siswa tentu tidak asing dengan istilah Majas atau gaya bahasa, karena merupakan salah satu materi dalam pelajaran Bahasa Indonesia, mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, hingga tingkat SMA maupun SMK. 
Dengan semakin berkembangnya teknologi, saat ini pun tidak sulit untuk belajar memahami berbagai jenis Majas. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi 1001 Majas, hasil karya dua mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM), Wulan Ria Anggraini dan Dini Anggita Sumantri, di bawah bimbingan Purwanti Anggraini, S.S., M.Hum.
Dijelaskan, Majas merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias, dengan maksud membuat pembaca mendapatkan efek tertentu yang cenderung emosional.
Dikatakan Wulan, aplikasi 1001 Majas bisa digunakan para siswa, agar bisa belajar mengenai majas, untuk mengetahui gaya bahasa majas, jenis dan contoh penggunaannya dalam sebuah kalimat.
Bukan hanya pelajar, aplikasi majas berbasis android tersebut juga bisa membantu meringankan pekerjaan seorang penulis dalam membuat suatu karya puisi atau novel.
“Sekarang, banyak penulis-penulis novel, cerpen maupun puisi yang bermunculan. Untuk itu, kami ingin dalam pembuatan sebuah karya tulis yang pasti akan membutuhkan gaya bahasa atau majas, para penulis ini tidak lagi kesulitan,” jelasnya.
Ada empat jenis majas yang dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut, yakni majas pertentangan, penegasan, sindiran, dan majas perbandingan. Setiap majas tersebut memiliki turunan majasnya masing-masing.
Dini menambahkan, ide untuk menjadikan majas ke dalam bentuk aplikasi, dikarenakan saat ini banyak masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dari gadget, terutama anak-anak muda zaman now.
Untuk itu, mereka yang ingin belajar mengenai majas, tapi tidak mau bersusah payah membawa buku, bisa membuka aplikasi 1001 Majas di smartphone.
“Aplikasi majas seperti ini sebenarnya sudah ada, hanya saja masih monoton. Untuk itu, kami ingin mencoba membuat yang baru dengan menambahkan game dan komik ke dalam aplikasinya,” terangnya.
Wulan dan Dini mengaku, membuat suatu aplikasi tidaklah mudah, banyak kendala yang harus dihadapi. Karenanya, mereka mengajak seorang mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik UMM, Shodiq Imam Purnomo, ke dalam tim untuk mematangkan konsep.
“Selain itu, kami juga bekerja sama denga kakak tingkat, Farih Nazihullah, dan adik tingkat, Faisal Hidayat, dalam pembuatan aplikasi 1001 Majas ini,” terangnya.
Saat ini, aplikasi tersebut sudah hampir selesai dan tidak akan lama lagi bisa diunduh di playstore. Jika lolos seleksi, rencananya aplikasi 1001 Majas akan dilombakan di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Lihat juga...

Isi komentar yuk