Mantan Dirjen Hubla Divonis Lima Tahun Penjara

Editor: Koko Triarko

128
Terdakwa Antonius Tonny Budiono. –Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, menjatuhkan vonis hukuman penjara lima tahun terhadap terdakwa Antonius Tonny Budiono (ATB), mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut  Kementrian Perhubungan RI.

ATB juga dijatuhi hukuman subsider kurungan selama tiga bulan dan hukuman denda Rp300 juta. ATB dinyatakan terbukti bersalah, karena telah menerima sejumlah uang dari hasil korupsi sebesar Rp2,3 miliar. Uang tersebut diduga berasal dari sejumlah proyek pembangunan di lingkungan Kemenhub Republik Indonesia.

“Dengan ini, majelis hakim menyatakan, bahwa saudara terdakwa   Antonius Tonny Budiono (ATB) dinyatakan telah terbukti bersalah secara sah dan menyakinkan, melakukan perbuatan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), maka dengan demikian yang bersangkutan dijatuhi vonis hukuman penjara selama 5 tahun” kata Saifuddin Zuhri, Ketua Majelis Hakim di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Terdakwa ATB menyatakan menerima seluruh vonis atau putusan tanpa ragu. Saat ditanya ketua majelis hakim, ATB menjawab, bahwa dirinya tidak akan pikir-pikir atau tidak mengajukan keberatan atau banding terhadap putusan tersebut.

“Yang Mulia, dengan ini saya menyatakan menerima seluruh hasil vonis atau putusan yang baru saja dibacakan, maka dengan demikian saya tidak akan mengajukan banding”, kata ATB, di ruang persidangan.

Tak lama setelah persidangan dinyatakan selesai atau ditutup, terdakwa ATB langsung bergegas menghampiri dan berjabat tangan dengan ketua maupun anggota majelis hakim, kemudian dengan pihak Anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari pihak KPK dan seluruh anggota tim pengacara sekaligus kuasa hukumnya.

Sementara, pihak Anggota JPU KPK saat ditanya ketua majelis hakim, menyatakan masih pikir-pikir alias keberatan dengan hasil putusan atau vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa ATB yang hanya lima tahun penjara. Padahal, JPU KPK dalam surat dakwaannya menuntut agar tedakwa ATB dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun.

“Kami dari pihak Anggota JPU KPK dengan ini menyatakan akan pikir-pikir dulu atau keberatan terkait putusan atau vonis hukuman penjara terhadap terdakwa Antonius Tonny Budiono, maka dengan demikian kami meminta waktu selama tujuh hari untuk memutuskan kasus perkara ini“, kata seorang Anggota JPU KPK.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.