Masjid YAMP Muttaqien Yogyakarta Sediakan Ratusan Takjil 

Editor: Koko Triarko

236

YOGYAKARTA – Memasuki bulan Ramadan, Masjid Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) Muttaqien Yogyakarta, menyiapkan ratusan takjil berupa nasi bungkus dan kurma untuk para jemaah.

Ketua Takmir Masjid YAMP Muttaqien, HM. Hadjid Busyairi, mengatakan selain memberikan takjil untuk jemaah, Masjid YAMP Muttaqien juga secara rutin menggelar pengajian tiga kali setiap hari Mulai dari pengajian sesudah salat subuh, jelang buka puasa, hingga pengajian jelang salat tarawih.

Ketua Takmir Masjid YAMP Muttaqien Yogyakarta, HM. Hadjid Busyairi. – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Kita juga menggelar berbagai kegiatan lain, di antaranya pelatihan baca Iqro untuk bapak-bapak atau ibu-ibu yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis. Ada sembilan orang guru pengajar yang kita siapkan,” imbuhnya.

Di samping itu, masjid yang didirikan oleh yayasan Pak Harto di pusat kota Yogyakarta, tepatnya di sebelah selatan Pasar Tradisional Beringharjo Yogyakarta ini, juga rutin melaksanakan kegiatan pendukung lain, mulai dari pengajian tafsir Alquran dan Hadist, penerimaan dan penyaluran zakat fitrah hingga pembagian ratusan bungkus nasi barokah setiap hari Jumat di luar Bulan Puasa.

“Selama ini kita juga  sudah memiliki tim yang aktif melakukan pembinaan bagi jemaah. Misalkan ada jemaah yang tidur di dalam masjid, akan kita ingatkan agar pindah ke serambi. Jika ada yang membawa barang bawaan, kita minta dititipkan ke tempat penitipan barang,” jelasnya.

Masjid YAMP Muttaqien yang berada di Jalan Pabringan Yogyakarta, merupakan salah satu dari 999 masjid yang dibangun Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila di seluruh wilayah Indonesia. Di DIY, terdapat 25 Masjid YAMP yang merupakan gagasan dari Presiden kedua RI ke HM. Soeharto.

Masjid megah dua lantai dengan luas bangunan 652 meter persegi (lantai 1) dan 144 meter persegi (lantai 2), yang dibangun di atas tanah seluas 1.200 meter persegi ini berdiri sejak 1992.

Memiliki desain arsitektur atap khas Masjid YAMP, yakni bercungkup susun tiga, Masjid Muttaqien dibangun sebagai pengganti masjid sebelumnya yang dinilai tidak cukup lagi menampung jemaah.

Memiliki sejumlah fasilitas penunjang seperti aula, ruang kantor takmir, ruang yayasan masjid, ruang kesehatan/poliklinik, ruang penjaga, gudang, ruang wudhu 60 kran, 24 kamar mandi, serta tempat parkir, Masjid Muttaqien tak pernah sepi jemaah.

Mayoritas jemaahnya merupakan para pedagang Pasar Beringharjo, pedagang kaki lima maupun para musyafir atau orang yang sedang berkunjung ke sekitar kawasan Malioboro.

Baca Juga
Lihat juga...