Masyarakat Diimbau Jeli Beli Makanan di Pasar Tradisional

Editor: Satmoko

248

SOLO – Meski Hari Raya Idul Fitri masih cukup lama, pengawasan terhadap peredaran makanan di pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah, mulai diintensifkan. Salah satunya yang dilakukan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah, yang melakukan sidak di Pasar Nongko Solo.

Dalam pengawasan ini, petugas BPOM Semarang menemukan adanya kandungan zat berbahaya dalam makanan yang dijual-belikan. Hasil itu setelah petugas BPOM mengambil 50 sampel dan dilakukan uji laboratorium.

“Dari hasil lab sementara ditemukan makanan yang mengandung formalin dan Rodamin B, yang sebenarnya tak layak dikonsumsi karena berbahaya bagi tubuh,” papar Tri Novita Rini di sela uji sampel makanan di Pasar Nongko, Solo, Sabtu (19/5/2018).

Komoditi ikan teri menjadi makanan yang paling sering dijumpai mengandung formalin. Foto: Harun Alrosid

Dari 50 sampel makanan yang diambil, 10 diantaranya dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya, baik formalin maupun Rodamin B. Sepuluh sampel yang mengandung bahan berbahaya ini diantaranya ikan teri, cumi asin, kerupuk, tahu, terasi dan bakmi.

“Makanan yang mengandung Rodamin B atau zat pewarna tekstil ada pada kerupuk yang warnanya cerah. Sedangkan makanan yang mengandung formalin terdapat pada ikan teri maupun cumi asin,” terang petugas laboratorium pangan dan makanan BPOM Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagyo menambahkan, dilakukan uji lab terhadap makanan yang ada di Pasar Tradisional ini tak lain untuk mengantisipasi sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya memilih makanan yang sehat. Dengan adanya uji lab terhadap sejumlah makanan yang dikonsumsi makanan itu, masyarakat diharapkan lebih jeli.

“Ini memasuki puasa, jadi sekaligus sebagai pengawasan peredaran makanan. Apalagi ke depannya makanan akan semakin banyak yang ada di pasar,” urainya.

Pasar Nongko sendiri oleh Pemkot Solo dijadikan sebagai pilot project sebagai pasar sehat. Meski sebagai pilot project, makanan yang berbahaya masih saja ditemukan di pasar tradisional yang satu ini.

Adanya temuan makanan yang tak layak konsumsi, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi lain. “Adanya barang dagangan yang mengandung zat berbahaya akan kita koordinasikan dulu. Baik dengan dinas kesehatan maupun satpol PP,” imbuhnya.

Terlebih pasar di Solo sebagian besar barang maupun makanan yang dijual merupakan suplai dari daerah sekitar. Oleh karena itu, pihaknya harus ada koordinasi penanganan yang komprehensif, baik dengan Pemda maupun provinsi.

“Solo ini hanya sebagai tempat jualan, karena banyak barang dari luar Solo. Untuk pedagang yang berkali-kali ditemukan mengandung zat berbahaya, kita imbau agar pindah distributor yang barangnya sehat,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...