Menag dan MUI Bahas Rilis 200 Mubalig

Editor: Mahadeva WS

240

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syarifuddin bersilaturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Selasa (22/5/2018). Pertemuan Menag dengan petinggi MUI yang berlangsung tertutup membahas dirilisnya daftar 200 mubaligatau dai oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Seperti diketahui daftar dari Kemenag tersebut  menimbulkan polemik di masyarakat. “Menteri Agama bersilaturahmi ke MUI pagi tadi, membahas daftar 200 mubaligyang dirilis Kemenag. Daftar itu sifatnya sementara dan nanti akan bertambah jumlah mubaligh-nya,” kata Ketua MUI Mar’ruf Amin kepada Cendana News usai Rapat Pimpinan (Rapim) MUI di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (22/5/2018) sore.

Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin.foto: Sri Sugiarti.

Ma’ruf menyebut, dalam kesempatan tersebut Menag mengklaim tidak melakukan pembatasan. Keberadaan daftar tersebut bagian dari inventarisasi mubaligh-mubaligh yang boleh digunakan berdasarkan permintaan masyarakat dan berdasarkan usulan-usulan.

“Jadi sifatnya sementara itu, nanti usulan akan bertambah bukan hanya 200 mubaligtapi akan terus berkembang bukan mengkotak-kotakan. Semua akan masuk dalam daftar,” ungkap Ma’ruf.

Dengan kebijakan tersebut MUI juga menurutnya, akan membekali dengan sertifikasi para mubaliq. Sertifikasi dilakukan baik yang sudah terdaftar maupun yang belum. Hal tersebut untuk memperkuat keberadaan para mubaligtersebut dengan adanya legitimasi dari MUI.

Adapun mubaligyang akan disertifikasi adalah mereka yang secara keilmuan memiliki kopetensi. “Jadi mubaligitu ada ilmunya. Jangan sampai nggak punya ilmu jadi mubaligh,” tukasnya.

Kemudian, yang tersertifikasi adalah mubaligyang paham dengan masalah kebangsaan. mubaligitu harus memiliki kopetensi serta komitmen kebangsaan dan kenegaraan.

Lihat juga...