Menag Himbau Masyarakat Hormati Pengguna Cadar dengan Keyakinannya

Editor: Mahadeva WS

272
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghimbau kepada masyarakat untuk saling menghargai kepada perempuan muslimah yang menggunakam cadar sebagai alasan keyakinannya usai penentuan awal Ramadhan 1439H/2018M di Kementerian Agama Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018) – Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghimbau masyarakat untuk menghargai dan menghormati kaum wanita yang menggunakan cadar karena keyakinannya. Selain itu Lukman juga meminta para wanita bercadar bisa mengimbanginya dengan memberikan rasa aman. 

Lukman menjelaskan, alasan penggunaan cadar salah satunya, berkaitan dengan keyakinan dalam pemahaman keagamaan. “Saya ingin menyampaikan, sebagaian saudara-saudara kita yang menggunakan cadar itu karena alasan keyakinan pemahaman keagamaannya,” ucap Lukman di Kementerian Agama Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Menurut Lukman, saat ini warga sudah mulai resah atau khawatir bahkan ada yang curiga terhadap perempuan muslimah yang menggunakan cadar. Dan hal itu diharapkannya, hal tersebut betul-betul bisa dipahami oleh mereka yang mengenakan cadar.

Situasi yang ada membawa sebagian masyarakat kepada semacam keresahan, kekhawatiran dan kecurigaan terhadap mereka yang menggunakan cadar. Untuk bisa memberikan rasa aman disetiap lingkungan, diharapkan para pengguna cadar juga dapat mempergunakan berbagai cara yang menunjukan bahwa Dirinya sama sekali bukan ancaman pada keselamatan keamanan di lingkungannya.

“Maka sudah pada tempatnya bagi mereka yang menggunakam cadar untuk bisa memberikan rasa aman kepada lingkungannya dengan berbagi cara tentu menunjukkan bahwa dirinya sama sekali bukan ancaman terkait dengan keselamatan keamanan lingkungan dia berada,” jelasnya.

Dia menyarankan untuk selalu kooperatif dan terbuka antara masyarakat sekitar. Supaya masyarakat disekitar merasa aman meskipyn asa sesama kita yang menggunakan cadar. “Jadi penggunaan cadar bukanlah alasan bagi kita untuk merasa risau, galau, curiga dan khawatir,” tuturnya.

Seperti diketahui, rentetan bom terjadi di wilayah Jawa Timur, seperti di tiga gereja dan Mapolresta di Surabaya, serta rusunawa di Sidoarjo. Terduga teroris perempuan yang terlibat, diketahui mayoritas menggunakan cadar.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.