Mengenal Indonesia Lebih Dekat Melalui Sejarah dan Budaya

Editor: Satmoko

674

JAKARTA – “Jujur, baru pertama kali ini saya merasakan bagaimana susahnya melakukan koordinasi, melakukan kerja sama baik dengan instansi maupun dengan suatu lembaga atau yayasan. Ini menjadi tantangan saya dan teman-teman untuk terus berusaha agar selalu peduli negeri ini,” jelas Berry Permana, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Periklanan dan Komunikasi Pemasaran, Universitas Mercu Buana, Minggu (13/5/2018).

Itulah kesan Berry Permana ketika mencoba menerapkan mata Kuliah Peduli Negeri sesuai kesepakatan dalam perkuliahan.

Berry juga menyatakan bahwa meski untuk mewujudkan kerja sama dengan pihak lain sering menemui kendala, namun tak membuatnya menyerah. Melalui mata kuliah tersebut, Berry jadi mengenal warisan budaya dan peradaban setiap negara. Khususnya Indonesia.

Berry Permana, salah satu mahasiswa Universitas Mercu Buana. Foto: M. Fahrizal

Dalam penerapan mata kuliah tersebut, pihaknya menjalin kerja sama dengan Panti Asuhan Harapan Remaja yang membina anak yatim-piatu. Berry dan kawan-kawan sesama mahasiswa pun mengunjungi Museum Nasional Jakarta. Guna memperkenalkan dan memberikan edukasi perihal perjalanan sejarah bangsa Indonesia kepada sejumlah anak-anak.

“Generasi muda merupakan ujung tombak bangsa yang menentukan estafet kepemimpinan selanjutnya. Oleh karena itu betapa penting mengenalkan tradisi perjuangan bangsa kepada generasi yang lebih muda. Supaya tumbuh jiwa nasionalisme,” tukas Berry.

Menurut Berry pula, untuk para mahasiswa dengan adanya kegiatan ini bermanfaat menjadi semakin pintar membangun komunikasi dengan sesama dan dapat bersosialisasi dengan lingkungan.

Sejumlah mahasiswa, dosen, dan anak-anak panti asuhan. Foto M. Fahrizal

Berry menggunakan metode kuis tanya jawab kepada anak-anak panti asuhan agar tumbuh dialektika yang baik sekaligus menguji daya tangkap dan pikiran mereka seputar apa yang didapat di museum.

“Ini juga merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, bentuk kepedulian  terhadap lingkungan. Apa yang kita lakukan juga membuat mata terbuka bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan, butuh perhatian baik dari Pemerintah maupun kita yang memiliki kemampuan di atas mereka,” katanya lagi.

Fandi (10) salah satu anak panti asuhan mengatakan bahwa acara tersebut membuat dirinya dua kali mengunjungi Museum Nasional. “Tahun lalu ke sini, dan sekarang ke sini lagi. Hanya bedanya kalau sekarang diceritain sama kakak-kakak dan dapat hadiah,” ungkapnya.

Mahasiswa-mahasiswi Universitas Mercu Buana di depan Museum Nasional, Minggu (13/5/2018). Foto: M. Fahrizal

Sementara itu, Berliani Ardha, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Advertising and Digital Marketing Communication, Universitas Mercu Buana menyatakan, untuk mata Kuliah Peduli Negeri memang diharapkan mampu melecut mahasiswa peka terhadap lingkungan sekitar. Mampu memberikan ilmu kepada sesama, dan salah satu bentuk bahwa mahasiswa-mahasiswi Mercu Buana peduli terhadap bangsa.

“Mereka mengaplikasikan mata kuliah yang didapat, meramu ide-ide yang mereka kembangkan sendiri. Intinya mereka mengamalkan ilmu yang didapat di bangku kuliah.  Tentunya saya bangga serta salut atas kerja keras mereka,” ucapnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk