Menhan Ingatkan Ancaman Nyata Terorisme

199
Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu -Dok: CDN

DEPOK – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan soal ancaman yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), saat memberikan pengarahan kepada 315 perwira Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Mako Divisi Infanteri 1 Kostrad/Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa (22/5/2018).

Dalam pengarahannya yang dihadiri Pangkostrad, Letjen TNI Agus Kriswanto, Menhan mengatakan, fenomena potensi ancaman terhadap NKRI terbagi menjadi dua dimensi ancaman utama, yakni ancaman belum nyata (ancaman perang terbuka antarnegara) dan ancaman nyata.

“Ancaman nyata menjadi prioritas untuk ditangkal dan kemungkinan dapat dialami oleh negara-negara kawasan, baik secara sendiri-sendiri atau yang bersifat lintas negara,” kata Ryamizard.

Ia menyebutkan, di kawasan dan di berbagai belahan di dunia sedang menghadapi potensi ancaman yang sangat-sangat nyata, yaitu bahaya ancaman terorisme dan radikalisme generasi ketiga setelah Al-Qaeda dan setelah Daisy/Daesh yang telah dihancurkan di Timur Tengah (Irak dan Syria).

“Penanganan ancaman ini memerlukan komitmen dan tindakan bersama yang konkret dan serius,” ucap purnawirawan jenderal bintang empat ini.

Menhan mengatakan, dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang mampu mengganggu keutuhan NKRI, diperlukan konsep pembangunan pola pikir seluruh rakyat Indonesia, melalui penanaman wawasan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi negara, agar tidak mudah dipengaruhi dan terprovokasi oleh upaya pencucian otak dari kelompok tertentu.

Karena itu, desain strategi pertahanan negara juga diarahkan dengan konsep perang rakyat semesta atau total warfare, yang melibatkan pembangunan seluruh komponen bangsa, yang dilandasi oleh penanaman nilai-nilai kesadaran bela negara yang lahir dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, disertai pembangunan kekuatan TNI beserta alutsistanya sebagai komponen utama pertahanan negara.

“Hanya satu kata kunci kekuatan kita dalam menghadapi keniscayaan masuknya berbagai potensi ancaman fisik dan nonfisik, yaitu dengan cara memperkuat identitas dan jati diri bangsa, serta membangun persatuan dan kesatuan yang kokoh dan bersinergi dari seluruh komponen bangsa, melalui penanaman nilai-nilai Pancasila dan penguatan kesadaran bela negara,” ujar Menhan.

Tugas bela negara adalah tugas yang berat, seiring dengan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Namun, dirinya yakin melalui semangat kebersamaan dan persatuan serta kerja keras, rakyat mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian serta berlandaskan gotong royong.

Menhan menambahkan, sebagai penerus tongkat estafet nilai-nilai kejuangan Generasi-45, TNI dikenal sebagai organisasi yang solid dan sarat dengan semangat perjuangan, pengabdian dan pengorbanan yang luar biasa dan tanpa pamrih, yang dilandasi oleh loyalitas sebagai roh yang menjiwai kehidupan setiap prajurit.

“Karena itu, satuan Kostrad harus senatiasa menjadi organisasi yang dicintai oleh rakyat. Etos inilah yang kemudian dijabarkan ke dalam Nilai-Nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI yang dijiwai oleh Pancasila dan UUD 1945,” kata mantan Pangkostrad ini.

Esensi dari semua itu, kata dia, profesionalisme TNI terletak pada loyalitas dan ketaatan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan demikian, sebagai TNI yang profesional, hukum harus ditempatkan sebagai panglima tertinggi yang harus dihormati,” kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini. (Ant)

Baca Juga
Brimob Polda Jabar Harapkan Masyarakat Tidak Anark... CIREBON --- Kepala Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jabar, AKBP Widodo, mengharapkan pendukung kandidat calon wali kota Cirebon tidak anarkis d...
Polri: 155 Tahanan Dipindahkan ke Nusakambangan DEPOK --- Sebanyak 155 tahanan sudah dipindahkan dari Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jabar menuju Lembaga Permasyarakatan Nusakambangan...
Beberapa Polisi Terluka Karena Kerusuhan di Mako B... JAKARTA --- Mabes Polri menyatakan sejumlah polisi mengalami luka-luka, namun tidak ada korban jiwa, dalam kerusuhan dengan tahanan di Markas Komando ...
Wiranto: Pilkada di Jabar Rawan Konflik BANDUNG - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, menyatakan Provinsi Jawa Barat masuk dalam daerah "pana...
Polisi Sukabumi Tangkap Puluhan Anggota Berandalan... SUKABUMI --- Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menangkap puluhan anggota berandalan bermotor Brigez yang tengah melakukan aksi kejahatan jalanan dan me...
Kapolda Jabar: Tindak Preman Resahkan Wisatawan BANDUNG --- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyatakan, pihaknya telah menginstruksikan anggotanya un...
Kerja Sama Pusdikzi-Polresta, Bentuk Nyata Solidit... BOGOR --- Menumbuhkan kesadaran keamanan berkendara pada prajurit, Pusat Pendidikan Zeni TNI-AD menjalin kerja sama dengan Kepolisian Resort Kota Bogo...