Modal dan Pasar, Kendala Utama Usaha Olahan Salak

Editor: Mahadeva WS

183

YOGYAKARTA – Masalah permodalan dan pemasaran masih menjadi kendala utama pengembangan usaha pembuatan olahan makanan berbahan baku salak oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemiri Edum Dusun Kemiri, Purwobinangun, Pakem, Sleman.

Meski telah mampu memproduksi berbagai jenis olahan salak seperti dodol salak, manisan salak, sari salak, dan ekrol salak. KWT Kemiri Edum mengaku hanya mampu memasarkan produk ke sejumlah tempat wisata sekitar desa mereka. “Pemasaran masih kurang. Selama ini produk hanya diambil oleh reseler untuk dipasarkan di lokasi wisata sekitar sini. Untuk online kita belum bisa,” ujar salah seorang pengelola KWT Kemiri Edum, Yani dalam acara temu tani bersama Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi Titiek Soeharto.

Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi Titiek Soeharto saat melakukan kegiatan temu tani di KWT Kemiri Edum dusun Kemiri Purwobinangun Pakem Sleman – Foto: Jatmika H Kusmargana

Selain pemasaran, masalah permodalan juga menjadi kendala utama KWT Kemiri Edum dalam pengembangan usaha. Memulai usaha sejak dua tahun lalu, mereka mencukupi kebutuhan operasional produksi secara swadaya. Baik itu untuk membeli bahan baku, alat produksi hingga. Bahkan lokasi produksi saat ini masih memanfaatkan salah satu rumah anggota KWT. “Modal semua dari anggota KWT. Untuk bantuan kita sama sekali belum pernah terima. Karena itu kita berharap agar Ibu Titiek Soeharto dapat membantu ,” ujarnya.

Kepala Desa Purwobinangun Heri Swasana berharap, Titiek Soeharto selaku anggota DPR RI, dapat ikut membantu memasarkan produk olahan salak ibu-ibu KWT Kemiri Edum. Keberadaan Titiek Soeharto diharapkan akan semakin membuat produk yang dihasilkan kelompok tersebut semakin dikenal.

“Kita berharap ibu Titiek Soeharto bisa menawarkan produk yang ada disini. Tidak hanya dari salak saja namun juga untuk produk lainya. Karena dengan munculnya usaha semacam ini, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan warga dari pekerjaan mencari pasir,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi Titiek Soeharto secara simbolis memberikan bantuan kepada KWT Kemiri Edum dusun Kemiri Purwobinangun Pakem Sleman – Foto: Jatmika H Kusmargana

Anggota Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mendukung penuh upaya yang dilakukan ibu-ibu KWT Kemiri Edum. Mereka telah secara kreatif membuat produk olahan salak. Terkait kendala, Titiek Soeharto mengaku akan turut membantu memasarkan dan mengenalkan produk KWT Kemiri Edum.

“Untuk masalah permodalan, Pak Harto itu kan punya Yayasan yang biasa membantu koperasi dan UKM. Nanti Insyaallah akan saya mintakan ke Yayasan. Yang penting kelompok ini harus sudah berbadan hukun,” ujarnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.