MRT Beroperasi, Pengeluaran Transportasi Ditarget Turun 15 Persen

Editor: Mahadeva WS

201
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam diskusi panel dan FGD pemutakhiran RJPP 2014-2030 dan RJMP 2018-2023 PT MRT Jakarta– Foto Lina Fitria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menargetkan penurunan pengeluaran transportasi warganya hingga 15 persen dengan beropasinya Mass Rapid Transit Jakarta (MRT). 

“Harapan saya dengan MRT Jakarta, kita bisa turunkan biaya transportasi yang sekarang 30 persen ke 15 persen,” kata Sandiaga di diskusi panel dan Focus Group Discussion (FGD) pemutakhiran Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2014-2030 dan Rencana Jangka Menengah Perusahaan (RJMP) 2018-2023 PT MRT Jakarta, Senin (14/5/2018).

Sandiaga menyebut, progres pembangunan MRT Jakarta fase satu sesuai dengan jadwal. Hal tersebut menjadikan, anggaran tidak terlalu membengkak. Sementara untuk pengoperasian direncanakan pada Maret 2019 mendatang. Saat ini masih ada beberapa fase yang harus di selesaikan sesuai dengan target yang ditentukan.

Setelah operasional, selanjutnya dilakukan penyiapan fase ke dua yang direncanakan akan dilakukan bulan depan. “Penyediaan pendanaannya akan selesai, sehingga bisa mulai konstruksi di akhir tahun. Target rute yang timur-barat juga diharapkan bisa diakselerasi,” ungkapnya.

Dengan operasionalisasi MRT, mantan pengusaha tersebut melihat ada sekira 7.500 lapangan kerja terbuka. Jumlah tersebut baik pekerjaan yang bersentuhan langsung maupun tidak dengan pemanfaatan transportasi MRT Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah kebijakan teknis didiskusikan bersama. Diantaranya kajian perkiraan jumlah penumpang, landasan hukum, konektivitas antar moda, anggaran untuk subsidi, penerapan konsep TOD (Transit Oriented Development), dan procurement atau pengadaan dan mekanisme pembiayaan untuk rencana pengembangan MRT fase II koridor Utara-Selatan, dan koridor Timur-Barat, serta pencatatan aset.

Di dalam forum workshop dan FGD tersebut turut disiapkan kebijakan atau regulasi pendukung yang dapat menjadi model dalam pembangunan MRT Jakarta dan pembangunan kota cerdas (smart city) yang komprehensif. Diantaranya rekomendasi Peraturan dan Regulasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan tata kelola PT MRT Jakarta yang baik dan rencana tindak lanjut untuk merealisasikan peraturan dan regulasi yang baik.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.