Muara Alam, Pilihan Keluarga Pecinta Wisata Air

Editor: Satmoko

555

LAMPUNG – Menciptakan sebuah kawasan wisata yang nyaman, aman, bagi berbagai kalangan menjadi ide awal bagi Agus Siswanto (34) warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur.

Agus selanjutnya mulai membuka objek wisata tak jauh dari Jalan Lintas Timur dan bisa diakses dengan mudah dari jalan utama dengan membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Akses jalan yang terus dibenahi dengan jalan aspal membuat pengunjung bisa menggunakan moda transportasi mobil maupun motor hingga ke lokasi.

Objek wisata tirta atau air disebut Agus, sapaan akrabnya, sudah sangat dikenal di Lampung Timur dengan banyaknya bekas tambang pasir. Bekas tambang pasir tersebut disulap menjadi objek wisata dengan konsep edukasi dilengkapi wahana air untuk bersantai, bermain bersama keluarga, termasuk kegiatan meeting bagi para pebisnis.

Menghadap ke hamparan kolam-kolam yang luas sekaligus tempat untuk bersantai saat akhir pekan dan menunggu waktu berbuka puasa.

Odong-odong air, bebek air bisa digunakan berkeliling lokasi wisata muara alam [Foto: Henk Widi]
Dibuat sejak tahun 2017 Agus menyebut, awalnya bekas galian pasir seluas satu hektar tersebut hanya ditumbuhi semak belukar, tanaman air. Sebagai langkah awal ia mulai melakukan penataan dengan penyiapan pondok santap sekaligus tempat pertemuan, tempat bersantai menghadap ke kolam-kolam menyerupai danau.

Selanjutnya berbagai fasilitas mulai dilengkapi seperti saung kayu beratapkan rumbia, saung asbes hingga saung baja ringan.

Ratusan jenis pohon kayu dan buah selanjutnya mulai ditanam oleh Agus berfungsi sebagai peneduh dan penahan longsor. Sebanyak 19 saung yang sudah berdiri di sepanjang tanggul kolam juga dilengkapi wahana 5 sepeda air atau odong-odong serta bebek air.

Wahana bermain bagi anak-anak diakuinya juga mulai ditambah berupa kolam renang untuk dewasa berukuran 6 meter x 8 meter dan 7 meter x 12 meter lengkap dengan perosotan dan permainan anak-anak lainnya.

“Kenyamanan bagi pengunjung wisata yang sebagian mengajak serta keluarganya terus kami lakukan dengan penambahan fasilitas, termasuk perluasan lahan,” terang Agus Siswanto, saat ditemui Cendana News di objek wisata Muara Alam, Desa Rejomulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur, baru-baru ini.

Sebagai sebuah objek wisata tirta dengan berbagai fasilitas, Agus memastikan berbagai proses perizinan telah dilakukan. Beberapa perizinan yang telah dipenuhi diperoleh setelah pengajuan izin kepada Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan termasuk kerja sama dengan asuransi Jasa Raharja.

Akses masuk ke area kolam renang dan sejumlah saung untuk bersantai di objek wisata Muara Alam Desa Rejomulyo Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur [Foto: Henk Widi]
Perizinan disebutnya menjadi syarat mutlak karena objek wisata tersebut dibuat untuk kegiatan komersil.

Lokasi kolam-kolam disebutnya juga dilengkapi dengan spot untuk swafoto yang kerap diunggah ke media sosial dan ajang berlatih fotografi. Spot favorit di antaranya saung, gembok cinta, sayap malaikat serta bebek air.

Sementara fasilitas kolam renang menjadi lokasi untuk belajar bagi anak-anak dan sejumlah sekolah untuk belajar renang. Konsep edukasi di area wisata Muara Alam membuat tempat tersebut sudah menjalin kerja sama dengan sebanyak 7 TK dan 2 SD yang memiliki jadwal melakukan studi sekolah alam.

“Konsep edukasi sejak awal saya tekankan agar anak-anak mencintai alam, ada saung baca yang didukung oleh pegiat literasi dengan fasilitas buku bacaan bagi pengunjung,” terang Agus Siswanto.

Sebagai wisata tirta, konsep pemanfaatan air untuk budidaya ikan air tawar sekaligus menjadi ciri khas muara alam. Sebanyak ribuan ikan jenis emas, gurame, nila, betutu dan lobster air tawar dipelihara, sebagian sudah ada di kolam secara liar.

Wahana swafoto di beberapa titik kerap dipergunakan pengunjung untuk diunggah ke media sosial [Foto: Henk Widi]
Ikan yang dibudidayakan tersebut sekaligus menjadi salah satu tujuan wisata bagi pehobi memancing yang ingin merasakan sensasi mendapat ikan segar dan membakar ikan untuk berbuka puasa saat Ramadan.

Pemancingan dilakukan dengan sistem timbangan dengan sewa alat pancing dan umpan Rp20.000 sementara ikan diperoleh seharga Rp30.000 per kilogram.

Selain lokasi yang sudah ada, Agus mengaku berencana melakukan pengembangan objek wisata tersebut dengan menambah kolam. Sebagian kolam seluas satu hektar di luar yang dimilikinya diperoleh dengan sistem sewa.

Selain sebagai lokasi wisata ia berencana mengembangkan untuk kegiatan budidaya keramba jaring apung dan pembuatan rumah apung sebagai tempat bersantai. Potensi lahan yang masih luas sekaligus lokasi untuk melakukan rehabilitasi lahan dengan penanaman berbagai jenis pohon konservasi.

“Bekas galian pasir umumnya gersang karena dibiarkan telantar, namun saya ingin mengubah menjadi objek wisata sekaligus merehabilitasi lahan,“ papar Agus Siswanto.

Saat hari libur biasa, Agus menyebut, kunjungan ke lokasi wisata tersebut bisa berkisar 300 hingga 400 pengunjung. Bahkan saat tahun baru ia mencatat pengunjung mencapai 2000 orang selama sepuluh hari.

Saat lebaran hari raya Idul Fitri dengan jumlah kunjungan mencapai 2500 orang ia bahkan harus kewalahan dan terpaksa mempekerjakan warga untuk menjaga parkir, juru masak serta tugas mengawasi wahana air.

Jelang libur anak sekolah dan hari raya Idul Fitri ia selalu memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja sebagai sumber pendapatan dari objek wisata tersebut.

Yuningsih (23) dan Aris Rianto (15) warga Desa Purworejo yang berkunjung ke objek wisata Muara Alam menyebut, sengaja berkunjung untuk menikmati suasana. Beberapa spot swafoto sengaja dipergunakan untuk mengabadikan foto termasuk di saung kayu beratapkan daun rumbia.

Cukup membayar tiket Rp10.000 per orang Yuningsih menyebut bisa menikmati suasana di objek wisata tirta tersebut. Ia bahkan bisa menikmati sensasi saat naik sepeda air yang dikayuh di atas air untuk berkeliling di sekitar kolam seluas satu hektar.

Saat hari puasa Yuningsih menyebut, sembari menunggu saat berbuka puasa ia bisa menikmati suasana di saung. Lokasi yang nyaman dan jauh dari keramaian tersebut  membuat ia kerap mengajak kerabatnya menikmati suasana dengan berlibur di Muara Alam.

Lokasi yang tidak jauh dari Jalan Lintas Timur menjadi alternatif destinasi wisata yang bisa dikunjungi saat akhir pekan dengan mengajak serta anggota keluarga. Udara yang segar dan sejuk dengan rimbunnya pepohonan menjadi pilihan menenangkan pikiran setelah sepekan bekerja.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.