banner lebaran

MUI Berharap NTB Pertahankan Zona Hijau Teroris

Editor: Mahadeva WS

196
Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Prof. Saiful Muslim/foto : turmuzi

MATARAM – Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Prof. Saiful Muslim berharap predikat zona hijau masalah terorisme yang baru beberapa bulan diraih NTB bisa dipertahankan. Diharapkan NTB tidak lagi masuk ke zona merah.

Harapan tersebut diungkapkan Saiful Muslim menanggapi rentetan aksi teror di Surabaya. “Semoga predikat zona hijau terkait teroris di NTB bisa terus dipertahankan, jangan sampai merah lagi. Semua tahu NTB dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Kabupaten Bima banyak dijadikan sarang teroris kelompok JAT maupun JAD,” kata Saiful Muslim, Kamis (17/5/2018).

Kasus teroris di Surabaya diharapkannya tidak merambat sampai masuk NTB. Meski diakui, jaringan kelompok teroris Jamaah Anshorud Daulah (JAD) juga ada di NTB terutama di Bima.

Syaiful berharap, warga NTB ikut bertanggung jawab untuk bersama-sama menjaga situasi yang sudah terbangun. “Peran serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda juga tidak kalah penting untuk bersama menjaga situasi ini jangan sampai itu terjadi,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda NTB Brigjen Achmad Juri mengatakan, mengantisipasi teror Surabaya, Polda NTB telah memperketat penjagaan di sejumlah tempat ibadah, terutama Gereja. Serta rutin melakukan patroli di pusat keramaian. Mengenai kemungkinan adanya kelompok teroris di NTB, Polda  NTB pada prinsipnya melakukan pemantauan, sementara untuk penindakan menjadi ranah Densus 88 Mabespolri.

Juri berharap sel-sel kelompok teroris baik JAT maupun JAD dimana saja termasuk di NTB tidak bergerak. “Kalau Polda NTB melakukan pemantauan dan pembinaan kepada masyarakat, potensi gangguan tetap dipantau, sehingga tidak berkembang,” katanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.