Nadhif Ingin Kenalkan Budaya Lewat Pencak Silat

Editor: Koko Triarko

306
Pesilat PSHT UIN Malang, Nadhif. -Foto: Agus Nurchaliq

MALANG — Keinginan untuk bisa merebut medali di setiap ajang kejuaraan pencak silat selalu membara dalam diri pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Nadhif.

Bisa mewakili dan membela Indonesia di kancah internasional kejuaraan pencak silat menjadi keinginan terbesarnya sampai saat ini.

Nadhif menceritakan, dirinya mulai tertarik dengan olahraga bela diri pencak silat, khususnya PSHT sejak duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ketertarikannya tersebut tidak lepas dari tempat tinggalnya yang berada di daerah Madiun, yang juga merupakan pusat berdirinya PSHT.

“Alasan kedua, karena saya sangat tertarik dengan berbagai seni budaya Indonesia, termasuk di dalamnya pencak silat yang merupakan seni bela diri asli Indonesia,” akunya.

Nadhif mengisahkan, awal menekuni bela diri pencak silat, ia sempat ditentang oleh keluarganya, karena ditakutkan bisa membawa pengaruh buruk bagi kesehatan maupun perilakunya.

Selain itu, di anggota keluarganya, termasuk dua saudaranya juga tidak ada yang menekuni bela diri.

“Awalnya keluarga sempat takut waktu saya ikut pencak silat. Mereka takut bela diri tersebut berdampak buruk bagi kesehatan dan mereka juga takut saya berbuat macam-macam,” ujarnya.

Hanya saja dengan berjalannya waktu, keluarga bisa melihat sendiri, bahwa bela diri pencak silat tidak seperti yang mereka khawatirkan. Justru Nadhif bisa membuktikannya dengan memberikan prestasi dan sumbangsih piala, sehingga membuat orang tuanya senang.

Disebutkan Nadhif, selama ini ia pernah menjadi juara 3 ITS Cup 2018, UM Cp juara 3 dan Apel Cup Batu.

Meskipun diakui Nadhif belum banyak prestasi yang mampu ditorehkannya, ia tetap berharap ke depan dengan latihan yang lebih keras lagi, dirinya bisa menjuarai lebih banyak lagi kejuaran-kejuaran pencak silat di berbagai turnamen, termasuk membawa nama harum bangsa Indonesia di kancah internasional.

“Melaui beladiri pencak silat ini, saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Selain itu, saya ingin mengabdi kepada nusa dan bangsa serta mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” harapnya.

Sementara itu, anak kedua dari tiga bersaudara tersebut juga menyampaikan, bahwa seni bela diri pencak silat di kalangan masyarakat masih kalah populer dengan olah raga bela diri dari negara lain yang masuk ke Indonesia.

Karenanya, Nadhin juga bertekad untuk terus mengenalkan sekaligus melestarikan seni bela diri pencak silat ke masyarakat, khususnya generasi muda.

“Harapan saya, generasi muda mau mencintai dan melestarikan budayanya sendiri, termasuk seni bela diri pencak silat,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...