Nelayan di Lhokseumawe Butuh Es Batangan

205
Es batangan, ilustrasi -Dok: CDN

LHOKSEUMAWE – Nelayan di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh memerlukan ketersediaan es batangan dengan jumlah yang memadai untuk kebutuhan pengawetan ikan selama melaut.

“Pasokan es batangan untuk nelayan dari produsen es batangan yang ada di Lhokseumawe, masih dirasakan kurang dan tidak seimbang dengan tingkat kebutuhan operasional nelayan”, kata Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe, Darmawan, Senin (14/5/2018) malam.

Dia menyebutkan, kebutuhan es batangan untuk nelayan di Lhokseumawe sangat banyak. Apalagi, di Lhokseumawe terdapat dua pangkalan pendaratan ikan (PPI), yakni PPI Pusong dan PPI Ujong Blang, sehingga tingkat kebutuhan es batangan juga tinggi.

Kebutuhan terhadap es batangan sangat diperlukan oleh nelayan, karena berkaitan dengan kegiatan mencari ikan. Bila pasokan es batangan terkendala, maka akan menjadi persoalan bagi nelayan dalam mencari ikan.

“Kendalanya bila es batangan ini kurang, maka nelayan menjadi terbatas waktunya untuk melaut, begitu pula bila ada hasil tangkapan, tentu salah satu upaya untuk mengawetkan ikan tetap segar sampai ke daratan adalah dengan es batangan ini,” ujar Darwaman.

Karena itu, ketersedian es batangan bagi nelayan sangat penting dalam melaut, sehingga kepada pihak-pihak terkait maupun pengusaha, agar dapat memproduksi es batangan karena tingkat kebutuhannya tinggi di Lhokseumawe.

“Es batangan sangat kurang di Lhokseumawe, apalagi jumlah nelayan dan kapal penangkap ikan dengan berbagai ukuran makin bertambah. Sangat diharapkan kepada instansi terkait untuk memikirkan hal ini dan begitu juga kepada pengusaha, agar mau terjun memproduksi es batangan,” ujar Wakil Ketua KTNA Kota Lhokseumawe itu. (Ant).

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.