Nelayan di Pemana Keluhkan Pengurusan SPB

Editor: Koko Triarko

337

MAUMERE – Para nelayan pemilik kapal dari dua desa di Pulau Pemana, yakni Desa Gunung Sari dan Pemana di Kecamatan Alok, berharap pengurusan surat persetujuan berlayar (SPB) bagi kapal nelayan hendaknya diurus seminggu sekali.

“Selama ini para nelayan harus mengurus surat persetujuan berlayar setiap hari, dan besoknya harus diurus kembali sehingga waktu untuk melaut terbuang hanya untuk mengurus suart izin ini di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere,” sebut La Ampo, Senin (21/5/2018).

Kepala Desa Pemana, La Ampo. -Foto: Ebed de Rosary

Kepala Desa Pemana ini, menegaskan, dalam peraturan memang disebutkan, pengurusan surat harus dilakukan setiap hari sebelum berlayar. Namun, ia mempertanyakan, kenapa di kantor syahbandar Larantuka kabupaten Flores Timur bisa dibuatkan untuk waktu seminggu dan diurus ulang.

“Harusnya suratnya untuk seminggu baru diurus. Di Syahbandar Larantuka bisa dilakukan sampai saat ini, tetapi kenapa di Syahbandar Maumere tidak bisa? Ini sangat merugikan masyarakat pulau Pemana yang sebagian besar nelayan,” sesalnya.

Mansyur, nelayan lainnya menambahkan, rata-rata para nelayan pulang menangkap ikan saat malam hari, sehingga akan kesulitan mengurus surat tersebut, sehingga terpaksa harus diurus keesokan harinya lagi.

“Ini yang membuat para nelayan sehari melaut dan sehari libur melaut atau kalau suratnya cepat diurus mereka bisa melaut di malam hari. Pendapatan nelayan pasti berkurang akibat waktu melaut terpakai untuk mengurus surat izin,” ungkapnya.

Para nelayan, sebut Mansyur, sudah sering meminta agar ada kebijakan soal ini. Minimal disamakan dengan di Syahbandar Larantuka yang memberikan surat izin untuk jangka waktu seminggu lalu diurus baru.

“Pengurusan surat juga pasti membutuhkan waktu apalagi kantor Syahbdanar ada di kota Maumere. Para nelayan dari pulau Pemana harus datang ke Maumere dan setelah mendapat izin berlayar baru kembali ke Pemana dan mulai melaut,” tuturnya.

Menurutnya, para nelayan pulau Pemana rata-rata memiliki kapal penangkap ikan jenis Pole Anda Line yang menangkap ikan Cakalang dan Tuna dengan kapsitas 25 sampai 30 Gross Ton (GT) yang dibeli sendiri oleh para nelayan.

Baca Juga
Lihat juga...