Nilai Ekspor Indonesia di April 2018 Turun 7,19 Persen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

196

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat menyebutkan, nilai ekspor Indonesia secara keseluruhan sepanjang April 2018 mencapai 14,47 persen atau tercatat mengalami penurunan sebesar 7,19 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Namun dengan bulan pada tahun sebelum, perkembangan ekspor mengalami kenaikan sebesar 9,01 persen.

“Nilai ekspor Indonesia sepanjang April 2018 mengalami penurunan sebesar 7,19 persen jika dibandingkan dengan Maret 2018, namun mengalami peningkatan sebesar 9,01 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya,” jelas Kepala BPS Pusat Suhariyanto saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Menurut Suhariyanto, penurunan nilai ekspor tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya, adanya fluktuasi perkembangan harga komoditas minyak mentah di pasar dunia internasional sepanjang April 2018 yang dilaporkan mencapai 67,43 Dolar Amerika (USD) per barel.

Suhariyanto juga menjelaskan, ada beberapa komponen komoditas yang mempengaruhi nilai ekspor sepanjang April 2018. Yakni, aluminium, nikel dan cokelat, sedangkan yang mengalami penurunan harga yakni batu bara, karet dan kelapa sawit.

Kepala BPS
Kepala BPS Pusat Suhariyanto (kiri) saat jumpa pers di Jakarta. Foto: Eko Sulestyono

Sementara itu, ekspor non migas sepanjang April 2018 dilaporkan mencapai 13,28 miliar Dolar Amerika (USD) atau mengalami penurunan sebesar sebesar 6,80 persen jika dibandingkan dengan Maret 2018. Namun mengalami peningkatan sebesar 8,55 persen jika dibandingkan April 2017.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga April 2018 dilaporkan mencapai 58,74 miliar USD atau mengalami peningkatan sebesar 8,77 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Sedangkan ekspor non migas dilaporkan mencapai 53,50 USD miliar atau mengalami peningkatan sebesar 9,27 persen.

Penurunan terbesar ekspor non migas sepanjang April 2018 terhadap Maret 2018 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar 416,4 juta USD atau sebesar 18,18 persen. Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada kendaraan dan komponennya, sebesar 72,5 juta USD atau sebesar 12,59 persen.

Lihat juga...

Isi komentar yuk