Pasar Ramadan Berkah Tersendiri Bagi Pelaku Usaha Kecil

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

291

LAMPUNG — Bulan Ramadan menjadi salah satu bulan penuh berkah bagi sebagian masyarakat termasuk bagi pelaku usaha kecil. Dalam sehari, mereka mampu mendapatkan hingga jutaan rupiah.

Maya (30) salah satu pemilik usaha kuliner nasi tiwul menyebutkan, dalam sehari ia mampu mendapatkan pemasukan Rp2juta. Omzet tersebut diperoleh selama berjualan di pasar sore ramadan yang digelar di halaman masjid At Taqwa desa Rejomulyo kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur.

Maya menyebutkan, meski saat siang, usahanya di pasar Semarang Baru ditutup sementara, namun tidak serta merta mematikan jual beli. Saat menjelang maghrib di pasar sore ramadan usaha kuliner tradisional untuk menu berbuka puasa, malah banyak peminat.

Maya menyebutkan, bersama puluhan pedagang dari beberapa desa, sejak pukul 15.00 WIB sudah menggelar dagangan. Berbagai kuliner berbuka puasa dijualnya dengan harga Rp3.000 hingga Rp10.000 per porsi. Tempat khusus yang disediakan oleh pengurus masjid berupa tenda terbuat dari bambu menjadi tempat berjualan selama satu bulan.

Selain Maya, puluhan pedagang dari berbagai desa di Pasir Sakti juga memanfaatkan momen tersebut. Lukman (25) salah satu pemilik usaha pembuatan olahan ikan bandeng mengaku sudah hampir lima tahun ikut. Hasil produk olahannya berupa bandeng fresto, sosis ikan, bakso ikan, otak otak, kerupuk ikan secara tidak langsung mendapatkan sarana promosi.

“Saya sebagai salah satu penjual produk olahan ikan bersama dengan penjual lain membawa rata rata ratusan bungkus untuk dijual,” terang Lukman.

Selama ramadan ia menyebut dari beberapa lokasi penjualan produk olahan ikan diakuinya bisa menghasilkan omzet sekitar Rp3juta per hari. Pasar ramadan disebutnya ikut meningkatan penjualan. Jenis bakso, otak otak dan berbagai produk olahan ikan yang dijual per bungkus Rp20.000 rata rata banyak diminati warga untuk menu berbuka puasa.

Selain berbagai jenis menu berbuka, sejumlah wahana permainan juga digelar. Mukorim (23) salah satu pemilik istana balon menyebutkan, sebagian ibu rumah tangga yang membeli keperluan berbuka puasa kerap membawa serta anak anak.

pasar ramadan
Lukman, warga Bandarnegeri yang menjual olahan produk ikan [Foto: Henk Widi]
Selama kegiatan berlangsung setelah shalat ashar hingga maghrib, hampir sekitar 50 anak bermain di istana balon. Dengan tarif bermain Rp10.000 per anak ia bisa mendapatkan penghasilan Rp500.000 per hari bahkan bisa lebih. Selain sebagai tempat bermain istana balon juga menjadi tempat penitipan bagi para warga yang berjualan.

Rudianto (50) panitia kegiatan pasar sore ramadan didampingi oleh Partono (72), pengurus masjid At Taqwa menyebutkan, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2010. Rudianto menyebutkan, awalnya melihat banyak pedagang takjil kerap berjualan di pinggir jalan dan menimbulkan kemacetan, semrawut dan kotor oleh debu jalan. Sejak 2010 ia bersama pengurus masjid sepakat menggunakan halaman masjid yang luas untuk kegiatan pasar sore.

“Awalnya hanya sepuluh pedagang lama kelamaan maksimal hingga lima puluh pedagang terlibat karena halaman cukup luas,” papar Rudianto.

Kegiatan pasar sore ramadan diakuinya berlangsung sejak hari kedua Ramadan akan berlangsung hingga dua hari sebelum malam takbir Idul Fitri. Rudianto memastikan berkat pasar sore ramadan sejumlah pemilik usaha bisa memiliki tempat memasarkan produknya dalam satu tempat. Pemilik usaha kuliner, hasil produk perikanan dan pertanian bahkan bisa ikut berpartisipasi menjual produknya.

Panitia diakuinya bahkan menyediakan lahan parkir khusus yang dikelola oleh pengurus masjid. Setiap hari dari hasil sewa pedagang dan uang parkir, panitia bisa mengumpulkan sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta. Hasilnya dipergunakan untuk pengembangan bangunan dan memakmurkan masjid. Selain bisa memfasilitasi para pelaku usaha kecil, Rudianto memastikan kegiatan pasar sore ramadan memberi manfaat positif bagi masjid dan masyarakat yang berdagang.

Baca Juga
Lihat juga...