Pastikan Pendistribusian Daging Sapi, KPPU Sidak RPH

Editor: Satmoko

248

BALIKPAPAN – Guna memastikan pendistribusian bahan pangan strategis utamanya daging sapi selama Ramadan dan Lebaran tahun ini lancar, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Perwakilan Balikpapan melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Dalam inspeksi yang dilakukan pada Sabtu dini hari (26/5) itu ditemukan harga daging sapi segar per kilogramnya seharga Rp120 ribu.

“Kami ingin pendistribusian berjalan lancar dan tidak ada penahanan stok sapi hidup dari daerah sentra. Dan diharapkan Pemkot Balikpapan juga menjamin kelancaran pasokan hewan selama Ramadan dan Lebaran, mengingat kebutuhan akan daging segar sapi ini akan meningkat,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu, di sela inspeksinya.

Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu (berkacamata). Foto Ferry Cahyanti

Dia menjelaskan dalam bulan Ramadan ini juga diharapkan tidak dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga guna mencukupi permintaan. Saat ini, untuk permintaan daging sapi belum ada peningkatan. Dalam pemotongan masih normal dan harga sedikit mengalami kenaikan Rp125 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional.

“Daging sapi segar saat ini belum ada harga batas atasnya, karena baru daging beku yang diatur harganya oleh pemerintah yakni Rp80 ribu per kilogram,” sebutnya saat inspeksi dilakukan bersama Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah Balikpapan.

Terkait harga daging sapi terkini di pasar tradisional yang mengalami kenaikan menjadi Rp125 ribu per kilogram, Hakim mengatakan kenaikan seharusnya tidak terjadi karena tidak ada alasan menaikkan harga. Mengingat struktur biaya yang tak berubah dan pasokan juga mencukupi.

“Rantai distribusi sapi agak lebih pendek ketimbang ayam broiler atau ras. Sapi yang dipasok pedagang atau gabungan pedagang antarpulau diterima pedagang yang juga penjagal di kota ini kemudian masuk ke RPH,” paparnya.

Sementara itu, dalam seminggu rumah pemotongan hewan melakukan pemotongan sapi sebanyak 150 ekor dan proses penjagalan dilakukan pada tengah malam hingga pukul 03.00 wita dini hari.

“Sekarang pemotongan sapi tergantung pada permintaan dan daging yang dipotong di RPH disebar ke sejumlah pasar tradisional. Masyarakat bisa memilih mau daging segar atau daging beku tinggal mereka saja,” pungkas Kepala UPT RPH Balikpapan, Totok Tidarto.

Menyinggung penetapan harga daging sapi pihaknya mengaku berdasarkan kesepakatan paguyuban penjagal. “Tidak ada yang menaikkan harga sendiri-sendiri, jadi harga yang keluar dari RPH tetap Rp120 ribu per kilogram. Kalau ada kenaikan harga di pasar tergantung pedagangnya,” tandasnya.

Terpisah, PLT Asisten II Pemerintah Kota Balikpapan Dyah Muryani menambahkan fasilitas RPH di Balikpapan sudah memenuhi standar dan perubahan fisik juga diupayakan terus pemerintah.

“Seperti jalan masuk dan beberapa yang kekurangan untuk RPH diupayakan akan dilakukan penambahan,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...