Pedagang Kelapa Muda di Kendari Sepi Pembeli

251
Ilustrasi - Dok: CDN

KENDARI – Sejumlah pedagang kelapa muda di bilangan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengaku sepi pembeli selama puasa Ramadan, karena hujan yang turun selama hampir sepuluh hari terakhir di kota ini.

Sapri (40), pedagang kelapa muda di kawasan by pass Kendari, mengaku selama menjual kelapa muda di bulan puasa ini, hanya beberapa pembeli saja yang datang membeli, itu pun dalam jumlah yang terbatas.

“Dalam sehari, tidak lebih 10 orang yang membeli kelapa muda, dan kalaupun konsumen membeli, paling banyak 4-5 biji kelapa saja. Beda saat musim panas bisa terjual puluhan, bahkan mencapai ratusan per hari,” ujarnya, Senin (21/5/2018).

Ia mengatakan, sepinya pembeli kelapa muda itu disebabkan curah hujan yang cukup tinggi di kota ini, yang menyebabkan para penjual jajanan buka puasa jarang yang memproduksi es kelapa muda dan memilih menjual jenis kue lainnya yang dikonsumsi warga untuk buka puasa.

Harga satu biji kelapa muda dijual antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per biji dan Itu adalah kelapa segar yang baru beberapa hari dipetik.

Selain menjual kelapa biji utuh, Sapri juga menjual es kelapa. Kelapa itu dia mengolahnya dengan mencampur es, gula aren dan susu dan per gelasnya dijual Rp7.000 per gelas.

Terkait omzet yang diterima, kata pedagang kelapa muda lainnya, Udin (35), tidak seberapa dan bahkan untuk mengembalikan modal saja agak sulit tertutupi.

“Terus terang kelapa muda yang dibeli dari pedagang perantara juga mencapai Rp4.500 hingga 5.000 per biji. Artinya, bila kami jual antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per biji, ada keuntungan yang diperoleh Rp4.000 hingga Rp4.500 per biji,” tuturnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...