Pedagang Kuliner Tradisional Buleleng Butuh Perhatian

Editor: Mahadeva WS

110

DENPASAR – Para penjual jajanan tradisional Bali berharap perhatian pemerintah. Hal itu dibutuhkan utamanya untuk bisa melestarikan jajanan makanan tradisional tersebut.

Seorang penjual jajanan tradisional khas Buleleng lak-lak di Jalan Pemogan, Kota Denpasar Gede Yudhi Ariawan menyebut, selama ini belum adanya pembinaan secara khusus dari pemerintah kepada para pedagang kuliner tradisional tersebut. Sementara para penjaja tersebut harus mampu bersaing dengan kehadiran makanan atau kuliner modern.

Gede Yudhi Ariawan, salah seorang penjual jajanan tradisional lak-lak khas Buleleng.-Foto: Sultan Anshori.

“Pembinaan dalam segala hal yang kami butuhkan, baik bagaimana cara promosi, pengemasan, dan lain sebagianya. Harapannya, kedepan kami mampu bersaing di tengah derasnya makanan jajanan modern,”ucap pria yang yang akrab disapa Yudhi ini Selasa Sore, (15/5/2018).

Menurutnya, Bali dikenal dengan dunia pariwisata. Sehingga sudah semestinya kuliner daerah harus mendapatkan kesempatan untuk lebih dikenal. Salah satu cara yang diharapkan adalah, diadakannya Festival kuliner tradisional khas Bali. “Kulimer tradisional salah satunya jajanan Lak-lak ini sejatinya termasuk kuliner yang sudah langka karena semakin banyaknya kuliner modern. Oleh sebab itu, ini harus menjadi perhatian khusus dari pihak pemerintah setempat. Setau saya selama ini belum ada pemerintah yang secara khusus turun dan membina kami para pedagang jajanan tradisional,” ujar pria asli Buleleng tersebut.

Yudhi merupakan salah satu pria yang masih menekuni aktivitas sebagai pedagang jajanan tradisional berupa lak-lak (Serabi Jawa). Dia meneruskan usaha turun temurun keluarga yang sudah sejak lama tersebut. Dalam sehari Dia mampu membuat 25 hingga 30 kilo adonan lak-lak yang menghasilkan seribu porsi lak-lak. Satu porsi isi lima lak-lak dijual Rp.5.000. Dalam sehari bisa meraup keuntungan ratusan ribu rupiah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.