Pedagang Pasir Harapkan Izin Berjualan di Pinggir Jalan Wairklau

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

205

MAUMERE — Pengerjaan proyek pembangunan fasilitas milik pemerintah dan perumahan yang terjadi sejak awal Mei 2018 menyebabkan penjualan material pasir dan kerikil mengalami peningkatan.

“Dalam sehari selalu saja ada orang yang datang membeli pasir dan kerikil. Biasanya cuma laku terjual satu dua karung tetapi sejak awal Mei mulai banyak yang beli pasir dan kerikil,” sebut Maria Darianti, Selasa (22/5/2018).

Saat ditemui Cendana News di tempat penjualannnya, Maria mengakui dalam sehari bisa menjual satu dua karung pasir dan kerikil dan awal Mei mulai ada peningkatan hingga ada yang sekali membeli sebanyak lima hingga 10 karung pasir.

“Kalau banyak proyek pembangunan di kota Maumere terkadang penjualan kami juga meningkat. Lumayanlah dalam sehari bisa dapat untung minimal 100 ribu rupiah,” sebtnya.

Pasir yang dijual pedagang
Maria Darianti salah seorang penjual pasir dan kerikil di pinggir jalan Wairklau kota Maumere.Foto : Ebed de Rosary

Maria yang setiap hari berjualan di pinggir jalan Wairklau menyebutkan, satu truk pasir dibelinya dari pengepul seharga 300 ribu rupiah sementara satu pick up harganya 150 ribu rupiah.

“Pasir dan kerikil tersebut kami masukan ke karung semen bekas. Satu karung pasir saya jual 10 ribu rupiah sementara kerikil sebesar 15 ribu rupiah,” terangnya.

Keuntungan penjualan material pasir dan kerikil kata Maria, dipergunakan untuk membiayai dua anaknya, satu di SMA dan satunya SMP di sekolah elit dengan uang sekolah setahun 7 juta rupiah. Sementara Anak ketiganya masih duduk di jenjang SD sehingga tidak membutuhkan banyak biaya.

“Saya dan suami juga memelihara sapi sebanyak 25 ekor sehingga bisa dipakai untuk membiayai sekolah juga kalau penjualan material sedang sedang sepi pembeli. Suami saya bekerja sebagai tukang bangunan juga,” terangnya.

Yosephina Nona salah seorang penjual pasir lainnya menambahkan, pihaknya berharap agar pemerintah tetap memberikan kebebasan bagi para penjual untuk bisa berjualan di pinggir jalan selama tidak mengganggu pengendara yang melintas.

“Prospek penjualan pasir dan kerikil memang menjanjikan dimana kalau lagi banyak pekerjaan pembangunan kami bisa dapat untung hingga 300 ribu sehari,” sebutnya.

Kalau soal modal tambah Yosephina, pihaknya tidak mengalami kesulitan sebab selalu saja ada pembeli setiap harinya. Namun saat ini juga sudah mulai banyak orang yang menjual pasir dan kerikil di pinggir jalan belum termasuk toko material yang juga menjual pasir dan kerikil juga.

Baca Juga
Lihat juga...