banner lebaran

Pelanggaran Lalu Lintas di NTT Meningkat 62 Persen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

164

KUPANG — Pelaksanaan operasi Patuh Turangga yang diselenggarakan Direktorat Lalu Lintas Polda NTT sejak tanggal 26 April hingga 9 Mei 2018 mendapati 3.513 pelanggaran. Jumlah tersebut meningkat 62,3 persen dibandingkan 2017.

“Dalam operasi ini sebanyak 3.371 pengendara yang terjerat tilang prioritas, meningkat 80,94 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” sebut AKBP Rio Indra Lesmana, Selasa (15/5/2018).

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda NTT ini menjelaskan, tilang prioritas ini meliputi penindakan pelanggaran terhadap pemakaian helm, pengaruh alkohol, batas kecepatan, batas usia pengendara, distraksi akibat penggunaan HP, penggunaan sabuk pengaman di mobil dan melawan arus lalu lintas.

“Untuk tilang non prioritas yang meliputi penindakan terhadap muatan kendaraan, administrasi kendaraan dan lainnya, terjadi 142 pelanggaran dimana jumlah ini menurun 52,51 persen dibandingkan tahun lalu,” terangnya.

Selama operasi Patuh Turangga ini, tandas Rio, pihaknya lebih mengutamakan tilang prioritas untuk menjaga keselamatan pengendara dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal.

Wadirlantas Polda NTT
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda NTT, AKBP Rio Indra Lesmana,SIK. Foto : Ebed de Rosary

Sementara itu Kasat Lantas Polres Sikka, Iptu Leyfrids D. Mada,SH mengatakan,d i jajaran Polres Sikka selama operasi Patuh Turangga 2018, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada para pengemudi di berbagai tempat umum.

“Dalam operasi Ptuh Turangga selama 14 hari sasarannya yakni kepada para pengemudi yang melawan arus, mengemudi sepeda motor dengan berboncengan lebih dari satu orang, mengemudi sambil menggunakan telepon genggam serta pengemudi belum cukup umur,” sebutnya.

Juga kata Layfrids, dilakukan penindakan kepada pengemudi dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), pengemudi yang mabuk dan menggunakan Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang (Narkoba).

“Sebelumnya kami telah melakukan sosialisasi kepada pengendara di terminal, pasar, sekolah, halte dan pangkalan ojek yang sering menjadi tempat berkumpul pengendara dimana kami juga melibatkan Polwan Polres Sikka,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.