Pelatih Baru Bangun Ulang Skuat PSS ‘Elang Jawa’

Editor: Koko Triarko

221
Seto Nurdiyantara, Pelatih Kepala PSS Sleman. -Foto: Sodik 
YOGYAKARTA – PSS Sleman akhirnya menetapkan Seto Nurdiyantara sebagai pelatih kepala definitif, menggantikan Herry Kiswanto. Setelah keputusan itu, Seto pun bergerak cepat membangun ulang skuat Super Elang Jawa sebelum kompetisi Liga 2 kembali bergulir.
Seto memang tidak mungkin lagi membongkar total skuat. Eks pelatih PSIM Yogyakarta itu hanya mungkin menata ulang komposisi skuat dan memperbaiki kelemahan pada tim kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS). Salah satunya mempertajam permainan.
Seto menilai, gabungan agresivitas dan kolektivitas permainan Super Elang Jawa masih belum terlihat. Ia ingin karakter permainan jenis ini kembali dipertajam dan menjadi identitas skuat asuhannya.
“Karakter permainan masih jadi catatan saya, jadi karakter bermain belum kelihatan dan belum sesuai keinginan. Selama jeda kompetisi, saya ingin mengasah ini,” ungkap pelatih berlisensi A AFC ini, Selasa (29/5/2018).
PSS, ungkap Seto, seharusnya bisa bermain lebih agresif. Achmad Hisyam Tole, dkk bisa bermain dengan serangan-serangan tajam yang akan merepotkan tim lawan.
“Main harus lebih agresif, serangan harus lebih dipertajam,” katanya.
Kendati demikian, Seto juga tidak ingin melupakan garis pertahanan timnya. Terlebih saat menghadapi Madura FC di pertandingan kedua musim ini, barisan pertahanan PSS justru kerepotan membendung serangan Laskar Sape Poteh, julukan Madura FC.
“Pertahanan tentu juga jadi sorotan tim pelatih. Kami tidak ingin pemain terlalu fokus pada serangan, tapi melupakan pertahanan. Transisi selama permainan harus berjalan baik,” terangnya.
Di sisi lain, Seto juga melihat perkembangan dari pemain-pemain yang berada di tim pelapis. Ia mengaku tidak ingin terlalu terpaku pada tim inti di awal-awal kompetisi.
Selain putaran kompetisi yang relatif masih panjang, Seto juga harus mewaspadai potensi cedera para pemain di tim inti. Kondisi seperti ini dialami Super Elang Jawa saat harus rela ditinggal Syamsul Chaerudin dan I Made Wirahadi, yang harus menepi karena cedera.
Absennya dua pemain senior itu secara otomatis berdampak luas pada permainan PSS.
Baca Juga
Lihat juga...