banner lebaran

Peledakan Bom di Surabaya, Anies Pastikan Jakarta Aman

Editor: Koko Triarko

246
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno –Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, memastikan semua objek vital di Jakarta dalam posisi aman dan terkendali.

Pasalnya, pemerintah pusat telah meminta penjagaan ketat di berbagai tempat ibadah, objek wisata dan tempat keramaian. Sebanyak 36.000 personel dikerahkan untuk bertugas di lapangan.

Guberenur DKI menjelaskan, pascakejadian pengeboman di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5), pihaknya telah berkomunikasi intensif dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Tingkat Kabupaten/Kota (Forkopimda) dengan pihak kepolisian dan seluruh aparat keamanan.

“Sejak kejadian kemarin (pengeboman di Surabaya) kita telah berkomunikasi intensif antara jajaran Forkopimda. Saya selaku Ketua Forkopimda berkomunikasi terus dengan pihak kepolisian dan seluruh aparat keamanan,” ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, sejak pagi tadi dia terus melakukan komunikasi dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis untuk memantau perkembangan terakhir.

“Sampai dengan tadi pagi pun kita masih komunikasi terus. Bahkan, tidak lama sebelum saya datang ke sini, saya bicara dengan Pak Kapolda PMJ memantau perkembangan terakhir,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memberlakukan status Siaga 1 di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya, menyusul adanya aksi serangan bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur, yang menewaskan 13 orang.

Saat ini, Anies memastikan semua objek vital yang di Jakarta dalam posisi aman dan terkendali. Pasalnya, pemerintah pusat telah meminta penjagaan ketat di berbagai tempat ibadah, objek wisata dan tempat keramaian. Sebanyak 36.000 personel dikerahkan untuk bertugas di lapangan.

“Alhamdulilah, Jakarta aman terkendali dan seluruh aparat Kepolisian, Kodam, Satpol PP dan aparatur pemerintah semua dalam posisi siaga. Lebih dari 36.000 petugas saat kita bebicara ini, sedang bertugas di lapangan. Memastikan semua objek vital di Jakarta dalam posisi aman dan bisa merespon cepat atas semua laporan yang ada dari masyarakat,” paparnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengimbau kepada masyarakat untuk menunjukkan sikap tenang. Tidak perlu panik dan tidak perlu menunjukkan sikap yang berlebihan. Jika menemukan tanda-tanda mencurigakan jangan menyebarkan kekhawatiran apalagi hoax.

“Tetapi, laporkan kepada aparat terdekat, minimal bisa langsung melapor kepada Ketua RW, Ketua RT, yang nanti langsung akan dilaporkan. Karena semua posisinya siaga dan siap untuk merespon,” ungkapnya.

Anies mengatakan, pagi tadi dalam pembicaraan juga didiskusikan banyaknya kabar-kabar ini itu. Ada peristiwa ini, terus ada yang mencurigakan, itu yang akhirnya hanya menimbulkan kecemasan.

Ia mengajak untuk menghindari munculnya kecemasan itu. Justru masyarakat harus bersikap tenang. Bila ada benda atau yang mencurigakan, Anies meminta melaporkan segera ke aparat, dan jangan menyebarkan sebagai berita yang menimbulkan ketidaktenangan.

“Secara umum, semua dalam kondisi siap siaga dan tidak ada masalah apa-apa di Jakarta ini. Semuanya aman. Tentu kita harus waspada terus dan memantau perkembangan yang terjadi. Secara umum aparat keamanan dalam kondisi siap dan menjaga sebaik-baiknya”, kata Anies.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, menaikkan status pengamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya menjadi Siaga 1. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan jajaran Polda Metro Jaya atas insiden bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/5).

Ledakan bom di Surabaya terjadi di Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno, GKI, Jalan Diponegoro, dan Gereja Katolik Santa Maria, Jalan Nagel. Ledakan bom pertama terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, lalu pukul 07.35 WIB, dan pukul 07.40 WIB.

Lalu, pada pagi tadi juga terjadi ledakan di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya, Senin, (14/5) sekitar pukul 08.50 WIB.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.