Pembangunan Pasar Inpres Larantuka Dilanjutkan

Editor: Mahadeva WS

202

LARANTUKA – Pembangunan Pasar Inpres Larantuka di atas lahan pasar lama akan segera dilanjutkan. Hal itu dilakukan setelah kerja tim inspektorat dalam melakukan pemeriksaan telah selesai digelar.

Wakil bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli,SH. Foto : Ebed de Rosary

Dari pemeriksaan, kontraktor diminta mengembalikan dana sesuai temuan inspektorat. “Pekerjaan pasar Inpres Larantuka bermasalah dan sedang ditangani inspektorat agar temuan dikembalikan. Setelah permasalahan dibereskan, pemerintah melanjutkan kembali,” tegas Wakil bupati Flores Timur (Flotim) Agustinus Payong Boli, Rabu (23/5/2018).

Menurutnya, pemerintah bukan bersikap masa bodoh dengan temuan tersebut. Untuk itu dalam APBD tahun ini sudah dianggarkan dana Rp500 juta untuk pengerjaan lanjutannya. “Pasar Inpres Larantuka dipastikan sudah bisa beroperasi pada Oktober 2018. Membangun dengan mengggunakan dana APBD, tentu harus melewati tahapan dan aturan bukan diminta masyarakat langsung dikerjakan,” sebutnya.

Agar pasar utama di kota Larantuka tersebut, bisa segera dimanfaatkan, dialokasikan anggaran tanbahan untuk membangun pagar, jalan di dalam los pasar. Semuanya menjadi bagian dari penataan agar saat beroperasi kondisinya sangat layak. “Saya meminta masyarakat bersabar sebab nanti setelah dibangun dan ada proses serah terima baru pasar ini bisa digunakan.Intinya kami mendengar keluhan masyarakat tetapi semuanya butuh proses,” terangnya.

Ketua Komisi B DPRD Flotim Yohanes ND Paru mempersoalkan pembangunan pasar Inpres yang tak kunjung selesai. Hal itu dikeluhkan pedagang yang selama setahun terakhir menempati pasar darurat.

Anis menilai, pekerjaan pembangunan pasar terbesar di kota Larantuka tersebut berlangsung lambat. “Para pedagang sangat kesulitan apalagi saat turun hujan. Musim panas pedagang harus berjualan di bawah terik matahari. Apalagi dari aspek kesehatan lingkungan, kondisi pasar darurat sangat tidak layak,” tandasnya.

Anis menyebut, di tahun kedua pemerintahan Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agus Boli, diharap bisa fokus mengurus hal-hal yang menjadi kebutuhan vital masyarakat. Untuk itu pembangunan pasar Inpres harus segera diselesaikan.

Pasar Inpres Larantuka dibangun menggunakan dana sebesar Rp9,5 Miliar lebih di 2016. Di 2017 kembali mendapatkan alokasi Rp1 miliar. Namun saat terjadinya angin kencang di Februari 2017 lalu, pasar yang baru dibangun ini kembali mengalami kerusakan.

Lihat juga...

Isi komentar yuk