Pemerintah Diminta Awasi Ketat Distribusi Gula Rafinasi

Editor: Mahadeva WS

229
Ketua Tim Peneliti Gula dari Fakultas Pertanian UGM Prof Dr Masyhuri Foto : istimewa/Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Ketua Tim Peneliti Gula dari Fakultas Pertanian UGM Prof Dr Masyhuri menyayangkan terjadinya penyimpangan distribusi gula rafinasi. Dimana sekira 1 juta ton gula rafinasi yang semestinya untuk bahan baku makanan dan industri justru beredar di pasar rumah tangga.

Kondisi tersebut memunculkan desakan agar pemerintah melakukan pengawasan dengan ketat distribusi gula rafinasi. “Kita menyayangkan adanya kebocoran semacam ini, kita mendesak pemerintah untuk mengawasi lebih ketat,” kata Masyhuri, Kamis (24/5/2018).

Gula rafinasi digunakan untuk industri makanan dan minuman. Di Indonesia, gula rafinasi bahan bakunya diimpor dengan harga lebih murah dibanding dengan gula kristal putih. Harga rata-rata gula rafinasi berkisar Rp8.879 perkilogram. Sementara harga gula putih mencapai Rp11.500 – Rp12.500 perkilogram.

Adanya perbedaan harga tersebut, dinilai menjadi pemicu kebocoran distribusi. Kebocoran atau rembesan gula rafinasi menandakan bahwa pemasaran gula melalui kerja sama antar badan usaha atau business to business (B to B) sangat rawan penyimpangan. “Apabila pemasaran tidak diawasi dengan ketat maka yang akan dirugikan adalah produksi gula dalam negeri yang tidak lain hasil produksi tebu milik rakyat,” ujarnya.

Agar tidak terjadi perembesan gula rafinasi ke pasar rumah tangga, harus ada pengawasan yang lebih baik. “Pemerintah juga perlu memikirkan akses usaha kecil dan menengah dalam melaksankan kontrak B to B  dengan industri gula rafinasi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kebutuhan gula konsumsi (gula putih) dan rafinasi saat ini diperlukan mencapai 6,8 juta ton pertahun, sementara produksi gula hanya mencapai 2,1 juta ton per tahun. Dari kebutuhan 6,8 juta ton tersebut, diperkirakan 3 juta ton untuk gula konsumsi dan sisanya gula rafinasi. Kebutuhan akan gula rafinasi untuk memenuhi industri makanan dan minuman ini dipasok oleh 11 pabrik gula rafinasi.

Baca Juga
Lihat juga...